Berita

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken/Net

Dunia

AS Komitmen Lanjutkan Proses Perdamaian Armenia-Azerbaijan

SELASA, 02 MEI 2023 | 06:06 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Amerika Serikat (AS) berkomitmen untuk terus membantu dalam proses perdamaian hubungan antara Armenia dan Azerbaijan.

Hal tersebut ditekankan oleh Menteri Luar Negeri Antony Blinken dalam percakapan terpisah kepada pemimpin kedua negara itu selama akhir pekan, sambil menyerukan pembukaan jalan menuju wilayah yang disengketakan, di Nargono-Karabakh.

Menurut jurubicara Departemen Luar Negeri Matthew Miller, Blinken menyatakan keprihatinan kepada Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev atas pendirian pos pemeriksaan Azerbaijan di koridor Lachin yang semakin merusak upaya perdamaian kedua negara.


Seperti dimuat Al Arabiya pada Senin (1/5), pos pemeriksaan tersebut telah dikecam oleh Armenia, karena dianggap telah melanggar kesepakatan gencatan senjata terbaru, karena didirikan di tanah yang disengketakan antar kedua negara yang bermusuhan.

"Blinken menekankan pentingnya membuka kembali koridor Lachin untuk kendaraan komersial dan pribadi sesegera mungkin," ujar pernyataan kementerian itu.

Berdasarkan informasi dari Miller, Blinken telah berbagi keyakinannya kepada kedua pemimpin negara itu, termasuk bersama Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan bahwa perdamaian dapat dicapai sesegera mungkin, dengan menyerukan dialog langsung dan menjanjikan dukungan AS yang berkelanjutan.

“Sekretaris Blinken menegaskan kembali bahwa dialog langsung dan diplomasi adalah satu-satunya jalan menuju solusi yang tahan lama," ujarnya.

Sejauh ini, pemulihan hubungan antar kedua negara masih terus diusahakan oleh beberapa negara, termasuk AS, dan negara-negara Uni Eropa yang berupaya untuk mencairkan hubungan negara bertetangga itu.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Polisi Berlakukan One Way Sepenggal Menuju Wisata Lembang Bandung

Minggu, 22 Maret 2026 | 18:11

Status Tahanan Rumah Yaqut Buka Celah Intervensi, Penegakan Hukum Terancam

Minggu, 22 Maret 2026 | 17:38

Balon Udara Bawa Petasan Meledak, Atap Rumah Jebol

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:54

Prabowo: Lebih Baik Uang Dipakai Rakyat Makan daripada Dikorupsi

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:47

Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Terbagi Dua Gelombang

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:37

Trump Ultimatum Iran: 48 Jam Buka Hormuz atau Pusat Energi Dihancurkan

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:27

KPK Cederai Keadilan Restui Yaqut Tahanan Rumah

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:03

Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Janji Sumbang Rp17 Triliun ke BoP

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:01

Istana: Prabowo-Megawati Berbagi Pengalaman hingga Singgung Geopolitik

Minggu, 22 Maret 2026 | 15:46

Idulfitri di Kuala Lumpur, Dubes RI Serukan Persatuan dan Kepedulian

Minggu, 22 Maret 2026 | 14:47

Selengkapnya