Berita

Kontainer berisi panda raksasa Ya Ya dipindahkan dari penerbangan setelah mendarat di Bandara Internasional Shanghai Pudong pada Kamis sore/Net

Dunia

20 Tahun Tinggal di Amerika Serikat, Panda Raksasa Ya Ya Pulang Kampung ke China

JUMAT, 28 APRIL 2023 | 11:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah berada di Amerika Serikat selama dua dekade, panda raksasa Ya Ya akhirnya pulang ke China dan mendarat di Bandara Internasional Pudong Shanghai pada Kamis sore (27/4) waktu setempat.

Kembalinya Ya Ya dari AS telah menarik perhatian luas dari publik China, karena mereka berharap sambutan hangat dapat menjadi sumber kenyamanan bagi panda raksasa tua yang baru-baru ini menghadapi kondisi kesehatan yang kronis.

Penerbangan khusus, yang membawa panda raksasa betina Ya Ya dan bangkai panda raksasa Le Le, tiba di bandara Shanghai sekitar pukul 16:30 Kamis.


"Kebun Binatang Shanghai telah menyiapkan ruang karantina khusus untuk Ya Ya, termasuk rumah dalam ruangan, ruang olahraga luar ruangan, dan area untuk memproses makanannya," kata Administrasi Kehutanan dan Padang Rumput Nasional, seperti dikutip dari Global Times

"Selama karantina, dokter hewan dari Kebun Binatang Beijing akan berada di sini selama 24 jam. Ya Ya akan dikarantina di Kebun Binatang Shanghai selama sebulan sebelum menuju Beijing," katanya.

Sekelompok warga Shanghai bergegas ke bandara untuk menyambut Ya Ya.

Video yang beredar menunjukkan kerumunan yang menunggu Ya Ya bersorak ketika mereka melihat pesawat pengangkut mendarat.

Seorang warga bernama Huang yang ikut menjemput Ya Ya berharap sambutan warga China akan membuat panda itu merasakan cinta.

"Saya melihat di online, kondisi Ya Ya sangat menyayat hati," katanya.

Sambutan kembalinya panda betina raksasa itu juga dilakukan warganet. Hashtag "Kami menyambut kembalinya Ya Ya" telah memperoleh 340 juta reaksi di platform Sina Weibo pada Kamis sore.

Banyak warganet menyaksikan pelacakan penerbangan Ya Ya secara real-time di perangkat seluler mereka sejak penerbangan lepas landas pada Rabu pukul 12:05 waktu AS dari bandara Memphis.

Kebun Binatang Memphis, tempat Ya Ya menghabiskan 20 tahun terakhir, mengeluarkan pernyataan pada Rabu.

"Setelah 20 tahun, Ya Ya telah menjadi seperti keluarga, dan dia akan sangat dirindukan oleh staf Kebun Binatang Memphis dan masyarakat setempat. Kami berharap semoga sukses di rumah barunya," kata pernyataan itu.

Rekaman video yang dirilis oleh National Forestry and Grassland Administration Kamis malam menunjukkan Ya Ya menikmati rebung dan berkeliaran di sebuah ruangan besar, dihadiri oleh sejumlah penjaga.

Ya Ya lahir di Kebun Binatang Beijing pada Agustus 2000. Pada April 2003, sebagai bagian dari program kerja sama perlindungan dan penelitian panda raksasa antara China dan AS, Ya Ya dan Le Le, panda jantan dari Kebun Binatang Shanghai, diterbangkan ke Memphis.

Sejak awal 2021, ada laporan terus menerus tentang kondisi kesehatan Ya Ya dan Le Le yang buruk, dengan foto-foto yang menyayat hati muncul secara online. Setelah kematian Le Le pada Februari 2023, foto-foto Ya Ya yang kurus menyebabkan dampak yang lebih kuat pada publik Tiongkok, membuat banyak netizen menyerukan kembalinya Ya Ya lebih awal.

Le Le mengidap penyakit jantung menurut dokter yang diumumkan Asosiasi Kebun Zoologi Tiongkok, ketika jenazah Le Le dikembalikan ke Tiongkok.

"Kebun Binatang Memphis memiliki sistem manajemen dan prosedur operasi yang relatif baik. Ya Ya dirawat dengan baik ketika tinggal di kebun binatang dan dia juga sangat dicintai oleh orang-orang AS," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning, mengatakan pada Rabu.  

Administrasi Kehutanan dan Padang Rumput Nasional mengatakan bahwa selama periode 20 tahun China dan AS bekerja sama dalam penelitian panda raksasa, kedua negara telah mencapai prestasi seperti pelatihan personel, beternak panda raksasa, dan pertukaran timbal balik.

Administrasi mengatakan bahwa kerja sama ini telah memainkan peran positif dalam melestarikan spesies yang terancam punah dan meningkatkan persahabatan antara kedua negara.

Ya Ya akan dikarantina di Shanghai untuk jangka waktu tertentu sebelum menetap di Kebun Binatang Beijing.

Sun Quanhui, seorang ilmuwan dari organisasi Perlindungan Hewan Dunia, mengatakan, karena Ya Ya akan beradaptasi dengan kehidupan baru setelah kembali ke China, turis disarankan untuk tidak mengganggunya sebelum dia terbiasa dengan rumah barunya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya