Berita

Ketua DPC Demokrat Kabupaten Bogor, Dede Chandra Sasmita (kiri) bersama Bacaleg Demokrat Raden Farieq Iqbal Hoesein (kanan)/RMOLJabar

Politik

Punya Barisan Caleg Mumpuni, Demokrat Kabupaten Bogor Optimistis Duduki 10 Kursi Dewan pada 2024

JUMAT, 21 APRIL 2023 | 06:59 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Peta persaingan di Kabupaten Bogor kian memanas menuju 2024. Sebab, hampir seluruh partai politik di Bumi Tegar Beriman ingin ada duduki lebih banyak kursi di DPRD Kabupaten Bogor. Tak terkecuali Partai Demokrat Kabupaten Bogor yang mematok target meraih 10 kursi.

Ketua DPC Demokrat Kabupaten Bogor, Dede Chandra Sasmita, meyakini pada pemilihan legislatif 2024 nanti partainya bisa bersaing dengan partai-partai yang kini menjadi pimpinan di DPRD Kabupaten Bogor.

Keyakinan itu, didukung oleh infrastruktur pengurus partai juga para bacaleg yang akan maju memiliki kualitas dan dinilai mampu mendongkrak suara Demokrat.


"Kami optimistis, Demokrat bisa meraih 9 hingga 10 kursi di DPRD Kabupaten Bogor. Sebab, jika dibanding pileg sebelumnya, caleg Demokrat untuk 2024 lebih berkualitas, lebih matang strateginya dan didukung kinerja yang baik dari pengurus PAC hingga ranting," ujar Dede Chandra, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Kamis (20/4).

Pria yang akrab disapa Dechan ini mengaku, dirinya ikut turun langsung memverifikasi tim sukses para caleg yang ada di 6 daerah pemilihan (dapil). Ia juga memberikan masukan agar kinerja tim sukses para caleg semakin baik lagi.

"Saya prediksi, incumbent atau anggota DPRD yang saat ini menjabat bisa tergeser kalau tidak mengantisipasi kinerja Caleg lainnya," tuturnya.

Bahkan, lanjut Dechan, DPC Demokrat akan memberikan apresiasi atas prestasi para caleg DPRD Kabupaten Bogor yang nanti terpilih.

"Jika Demokrat meraih kursi terbanyak atau minimal di empat besar, maka kursi pimpinan DPRD Kabupaten Bogor akan diberikan kepada caleg yang meraih suara terbesar, dan bukan karena faktor kedekatan dengan pimpinan Partai Demokrat," tegasnya.

Sementara itu, salah seorang caleg Demokrat dari Dapil 6, Raden Farieq Iqbal Hoesein, mengaku senang dengan sistem jika berprestasi akan diberikan apresiasi yang diberlakukan oleh partainya.

"Dengan sistem mengapresiasi jika berprestasi, maka caleg Partai Demokrat akan berlomba-lomba meraih suara terbanyak dari dapilnya. Sistem yang diberlakukan DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, lebih adil dan belum banyak dilakukan oleh partai politik lainnya," jelasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya