Berita

Sudan dalam situasi krisis lantaran terjadi konflik militer Sudan dengan paramiliter RSF yang terus meluas/Net

Politik

Anggota Komisi I DPR Pastikan WNI Aman di Sudan

SELASA, 18 APRIL 2023 | 23:33 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Seiring meningkatnya eskalasi konflik bersenjata antara militer Sudan dan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) yang terus memakan korban dan mendorong rencana kontigensi apabila konflik terus meluas.

Anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani turut memantau dan melakukan komunikasi dengan pihak KBRI di Khartoum. Hasil dari komunikasi tersebut dikabarkan tidak ada korban Warga Negara Indonesia (WNI) yang mayoritas adalah mahasiswa tersebut.

"Kami telah berkoordinasi dengan Kemenlu dan KBRI Khartoum untuk memastikan WNI kita dalam kondisi baik, dilakukan pendataan akurat, dan persiapan rencana kontigensi termasuk kebutuhan logistik yang harus dijamin," kata Christina dalam keterangannya, Selasa (18/4).


Berdasarkan data KBRI, WNI di Sudan tercatat sebanyak 1.209 orang yang mayoritas adalah mahasiswa dan terkonsentrasi di seputar International University of Africa.

Berkenaan dengan itu, Christina berharap WNI di sana agar betul-betul mengikuti arahan yang dikeluarkan KBRI.

“Tetap waspada dan tenang dan mengikuti perkembangan karena belum bisa dipastikan berakhirnya konflik, meski info terbaru ada kesepakatan gencatan senjata," ucap Politikus Muda Partai Golkar itu.

Terjadi konflik bersenjata antara Militer Sudan dan RSF. Pertempuan terjadi di Bandara Khartoum, Markas Militer Sudan dan Istana Presiden. Jumlah korban meninggal sejauh ini 56 orang dan luka-luka 595 orang.

Pihak KBRI juga menginformasikan bahwa Wisma Duta Besar Indonesia yang berjarak sekitar 500 Meter dari bandara terkena peluru nyasar yang memecahkan kaca dan plafon. Hingga saat ini tidak ada WNI yang menjadi korban.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya