Berita

Tim penyelamat terlihat pada 8 Januari 2020 di lokasi pesawat Ukraina yang jatuh tak lama setelah lepas landas di dekat bandara Imam Khomeini di ibukota Iran, Teheran/Net

Dunia

Sepuluh Tentara Iran Divonis Bersalah atas Insiden Tembak Jatuh Pesawat Ukraina

SENIN, 17 APRIL 2023 | 20:15 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sepuluh personel angkatan bersenjata Iran dijatuhi hukuman penjara setelah dinyatakan bersalah atas kasus jatuhnya pesawat Ukraina pada tahun 2020 silam.

Mengutip Deccan Herald pada Senin (17/4), pengadilan Iran memvonis seorang komandan dengan hukuman 10 tahun penjara, sementara sembilan anak buahnya dijatuhi hukuman dua sampai tiga tahun.

Pada 8 Januari 2020, pasukan Iran menembak jatuh pesawat Ukraine International Airlines PS752 tidak lama setelah lepas landas dari Teheran.


Insiden itu mengakibatkan 176 korban jiwa, dengan sebagian besar di antaranya adalah orang Iran dan Kanada. Beberapa dari mereka juga berkewarganegaraan ganda. Sementara Ukraina kehilangan 11 warganya.

Tiga hari setelah kejadian, angkatan bersenjata Iran baru mengaku tidak sengaja telah menjatuhkan pesawat Ukraina.

Akibat kejadian itu, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) semakin meningkat. Saat itu Iran bahkan menetapkan keadaan siaga tinggi karena khawatir akan mendapat serangan balik setelah Teheran menembakkan rudal ke pangkalan militer Washington di Irak.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya