Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Telur Langka, Restoran di Jepang Putar Otak Ganti Menu

KAMIS, 13 APRIL 2023 | 20:46 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Di tengah banyaknya kekhawatiran terkait wabah flu burung, sejumlah restoran makanan di Jepang telah menangguhkan hidangan mereka yang mengandung telur.

Menurut sebuah survei firma riset Teikoku Databank, sekitar 30 dari 100 persen perusahaan terdaftar di industri restoran Jepang telah menangguhkan menu mereka yang menggunakan bahan telur sejak awal 2023 ini.

Hidangan ini termasuk chawanmushi, puding telur kukus yang terkenal di negara itu, yang terpaksa ditangguhkan oleh beberapa restoran Jepang.


Dimuat The Straits Times pada Kamis (13/4), salah satu faktor utama dari banyaknya penangguhan itu karena langkanya telur akibat flu burung hingga memicu lonjakan harga. Situasi ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Kekhawatiran terkait wabah flu burung di Jepang telah membuat otoritas setempat memusnahkan lebih dari 17 juta atau sekitar 9 persen ayam petelurnya sejak Oktober 2022 lalu.

Saat ini, harga telur yang dijual di grosir Jepang dilaporkan telah melonjak lebih dari 70 persen dari tahun lalu. Satu kilogram telur berukuran sedang dibandrol dengan harga 350 yen atau setara dengan Rp 38 ribu.

Dengan bergulatnya Jepang bersama harga telur yang mahal, perusahaan makanan cepat saji seperti McDonalds pun telah menangguhkan penjualan burger mereka yang menggunakan telur pada Maret lalu.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya