Berita

Suryani Paskah Naiborhu/Ist

Politik

Munculkan Istilah Pribumi dan Nonpribumi, Wakil Walikota Medan Disentil Politikus PKB Sumut

KAMIS, 13 APRIL 2023 | 01:22 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pernyataan Wakil Walikota Medan, Aulia Rachman, yang mengatakan dalam 20 tahun ke depan Kota Medan akan dikuasai oleh nonpribumi, segera mendapat kritik dari tokoh masyarakat.

Wakil Sekretaris DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatra Utara (Wasek DPW PKB Sumut), Suryani Paskah, berharap Aulia Rachman tidak lagi memunculkan istilah tersebut. Sebab, pemerintah sendiri telah mencabut istilah pribumi dan nonpribumi melalui Instruksi Presiden RI Nomor 26 tahun 1998.

"Pemerintah sendiri telah mencabut istilah pribumi dan nonpribumi dengan diterbitkannya Instruksi Presiden RI Nomor 26 Tahun 1998 tentang Menghentikan Penggunaan Istilah Pribumi dan Non-Pribumi," kata politikus yang juga menjadi Bacaleg DPR RI dari PKB Dapil Sumut 1 ini, Rabu (12/3).


Di samping itu, tutur Suryani Paskah, penggunaan kedua istilah tersebut juga bertolak belakang dengan semangat penghapusan diskriminasi rasial dan etnis yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

UU Nomor 40 Tahun 2008 menyatakan, umat manusia berkedudukan sama di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dan umat manusia dilahirkan dengan martabat dan hak-hak yang sama tanpa perbedaan apapun, baik ras maupun etnis.

Sehingga, menurut Suryani, penggunaan istilah pribumi dan nonpribumi berpotensi menimbulkan kecurigaan dan kecemburuan sosial di tengah masyarakat.

Sebab, masyarakat Indonesia, khususnya Kota Medan, merupakan masyarakat yang heterogen baik dari segi suku, ras, agama, dan antargolongan.

"Saat ini yang kita kenal hanya satu istilah yakni Warga Negara Indonesia atau WNI. Kita juga sudah terbiasa hidup dalam masyarakat yang pluralis. Memiliki banyak perbedaan namun tetap menghargai persatuan," ujarnya, dikutip Kantor Berita RMOLSumut.

"Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, banyak rakyat Indonesia yang merupakan keturunan dari etnis Tionghoa, India, dan lainnya, yang sudah turun temurun tinggal di Indonesia, ikut berjuang, merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia," paparnya.

"Mereka adalah putra-putri bangsa yang kita kenal dengan sebutan Warga Negara Indonesia. Jadi kita berharap agar Bapak Wakil Walikota Medan Aulia Rachman tidak lagi memunculkan istilah pribumi dan nonpribumi," tegas Suryani.

Dalam pernyataannya di media, Aulia Rachman mengaku punya analisis bahwa Kota Medan akan dikuasai oleh nonpribumi dalam kurun waktu 20 tahun mendatang.

"Saya punya analisis, Kota Medan ini dalam dua puluh tahun yang akan datang, kalau kita tidak menciptakan satu gebrakan baru akan dikuasai oleh nonpribumi. Warga nonpribumi yang akan menjadi Walikota Medan,” katanya dalam sambutannya di acara Dialog Ramadhan 1444 Hijriah yang digelar Asahan Kampungku Community, Minggu lalu (9/4).

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya