Berita

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani/Net

Politik

Elektabilitas Prabowo Unggul Versi LSI, Muzani Ingatkan Kader Agar Tak Jumawa

SENIN, 10 APRIL 2023 | 19:51 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kader Partai Gerindra tidak boleh jumawa, dalam menyikapi Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menempatkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres potensial dengan elektabilitas tertinggi 30,3 persen. Angka itu mengalahkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 26,9 persen dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 25,3 persen.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, survei adalah cara-cara ilmiah untuk memotret secara faktual tentang keterpilihan seorang capres.

"Jika hasilnya bagus, Pak Prabowo selalu mengajarkan kita untuk selalu bersyukur dan tetap mengkoreksi diri supaya bisa memperbaiki apa yang masih menjadi kekurangan-kekurangan," kata Muzani kepada wartawan, Senin (10/4).


Menurut Muzani, peningkatan elektabilitas itu disebabkan karena kerja-kerja politik Gerindra dan Prabowo. Selain itu juga karena dukungan dari orang-orang yang menaruh simpati dan apresiasi atas kerja Prabowo sebagai Menteri Pertahanan.

Wakil Ketua MPR RI itu, tidak menampik bahwa hal itu terjadi karena pengaruh dari kedekatan Prabowo dengan Presiden Joko Widodo. Hal tersebut diwujudkan dengan seringnya jalan bareng di berbagai kegiatan presiden seperti pasar, sawah, dan beberapa event.

Muzani mengatakan, Prabowo menjadi tokoh yang potensial dalam menyatukan berbagai kepentingan yang ada. Serta dianggap mampu menghadirkan solusi-solusi dari masalah-masalah kebangsaan yang dihadapi Indonesia saat ini, seperti ancaman perang, disintegrasi, serta kedaulatan negara.

"Untuk itu diperlukan sosok pemimpin yang selalu berpikir untuk terus menjaga kebersamaan, dan menurut hemat kami, Pak Prabowo adalah sosok yang mampu untuk melaksanakan itu," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya