Berita

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD/Repro

Politik

Pandangan Didik J Rachbini, Mahfud MD Cawapres Alternatif Musuh Koruptor

SENIN, 10 APRIL 2023 | 12:43 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pengalaman bekerja di dalam pemerintahan menjadi salah satu modal penting bagi seorang calon pemimpin bangsa.

Faktor tersebut dinilai ada pada sosok Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD. Ia bahkan dinilai sebagai tokoh yang ibaratnya sudah makan asam garam di dunia politik sejak awal reformasi bersama Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

"Mahfud MD memiliki pengalaman tersebut. Terakhir Mahfud MD adalah bakal calon wakil presiden pada Pilpres 2019, yang didukung PDIP. Sudah siap dengan seragam putih, tetapi takdir masih belum berpihak kepadanya," kata Gurubesar Ilmu Politik Universitas Paramadina, Prof Didik J Rachbini lewat keterangan tertulisnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (10/4).


Pandangan tersebut disampaikan Didik berkenaan dengan usulan budayawan sekaligus politisi senior Eros Djarot agar PDIP menduetkan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024. Pandangan Eros Djarot, pasangan ini dinilai punya harapan untuk menuntaskan korupsi di masa kini dan yang akan datang.

"Alasan ini masuk akal, karena sikap berani Mahfud MD dalam beberapa bulan terakhir ini untuk menguak korupsi, meskipun banyak tantangan yang berat, di dalam maupun di luar pemerintahan dan lembaga politik," sambung Didik.

Meski demikian, Didik menyadari langkah politik Mahfud menuju Pilpres 2024 tidak mudah karena lobi partai sulit ditebak untuk calon wakil presiden, bahkan untuk calon presiden sekalipun. 

"Usulan ini terlalu awal dan bahkan terlalu cair, tetapi demokrasi memperbolehkan siapa pun mengusulkan nama. Apalagi yang mengusulkan adalah tokoh seperti Eros. Namun, dinamika politik sangat tidak pasti, bahkan rumit," katanya.

Pandangan Didik, Mahfud tidak akan mudah melenggang di 2024 jika kendaraan politik yang dipakai adalah PDIP. Ia lebih condong untuk menempatkan Mahfud sebagai alternatif cawapres bagi bacapres Anies Baswedan yang sudah dideklarasikan tiga partai, yakni Nasdem, PKS, dan Demokrat. 

"Alternatif pasangan Anies-Mahfud merupakan mesin dobel gardan untuk memberantas korupsi yang mendarah daging di negeri ini. Yang penting juga secara elektoral, politik Mahfud bisa menarik suara di Jawa Timur, khususnya tapal kuda," katanya.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya