Berita

Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Presiden FIFA Gianni Infantino bertemu di Doha, Qatar pada 5 Oktober 2022/Net

Suluh

Lobi Erick Ciamik

JUMAT, 07 APRIL 2023 | 16:14 WIB | OLEH: WIDIAN VEBRIYANTO

DUNIA sepakbola Indonesia sempat dipenuhi kecemasan setelah gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 Tahun 2023. Ini lantaran FIFA secara tegas memastikan akan ada sanksi yang diberikan kepada Indonesia.

Status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 dicabut FIFA tidak lama setelah dua gubernur yang wilayahnya menjadi tempat penyelenggaraan menyatakan penolakan. Kedua gubernur itu adalah Ganjar Pranowo dari Jawa Tengah dan I Wayan Koster dari Bali. Keduanya menolak kehadiran Timnas Israel sebagai peserta.

Setelah penolakan disampaikan, FIFA lantas membatalkan pengundian grup dan tak lama kemudian mencoret Indonesia sebagai tuan rumah. Sanksi bagi Indonesia turut disampaikan dalam pencabutan status tersebut.


Lobi Erick Thohir

Ketua Umum PSSI Erick Thohir tentu tidak tinggal diam dengan adanya keputusan FIFA tersebut. Sebagai orang yang sudah malang melintang di dunia persepakbolaan, Erick sudah mafhum dengan apa yang akan dilakukan demi menyelamatkan Indonesia.

Mantan bos klub raksasa Italia, Inter Milan itu lantas terbang menemui Presiden FIFA Gianni Infantino untuk kedua kalinya. Adapun pertemuan pertama dilakukan sebelum Indonesia dicoret dari FIFA, sementara dalam pertemuan kedua ini, Erick ingin memastikan tidak ada sanksi berat bagi Indonesia.

Menteri BUMN itu tidak datang kosongan. Ada dua pesan yang dibawa, pertama adalah pesan dari Presiden Joko Widodo, sedang yang kedua adalah cetak biru atau blueprint sepakbola Indonesia.

Pesan Jokowi berisi komitmen pemerintah Indonesia untuk merenovasi 22 stadion yang dapat dipakai untuk kegiatan tim nasional dan liga. Jokowi ingin memastikan bahwa tragedi Kanjuruhan tidak akan terulang dengan adanya komitmen pembaharuan stadion tersebut. Dengan komitmen itu pula, liga Indonesia bisa terus digelar dan bisa berkontribusi dalam memajukan sepakbola tanah air.

Sedang untuk cetak biru sepakbola tanah air, Erick Thohir menjabarkan tentang  program transformasi bersama FIFA dan strategi besar pengembangan sepakbola Indonesia.

Indonesia Jauh dari Jurang

Lobi Erick Thohir terbukti berhasil. Dia merasa lega lantaran Indonesia hanya mendapat kartu kuning dari FIFA, bukan kartu merah. Kartu kuning dalam pertandingan sepakbola merupakan tanda pemain telah melakukan pelanggaran yang cukup keras tapi masih bisa melanjutkan pertandingan. Hanya saja, jika pemain tersebut kembali melakukan pelanggaran, maka kartu merah akan ditarik dari saku wasit yang berarti harus menyudahi pertandingan.

Singkatnya, FIFA hanya memberi sanksi administrasi kepada Indonesia. Yaitu, berupa pembekuan dana FIFA Forward untuk keperluan operasional PSSI. Sanksi ini terbilang ringan daripada yang dibayangkan publik sebelumnya, yaitu berupa penonaktifan sepakbola Indonesia dalam kurun waktu tertentu.

Lebih ringan lagi lantaran ada opsi dari FIFA untuk mereview kembali sanksi tersebut setelah nanti mempelajari strategi besar pengembangan sepakbola Indonesia.

Bagi Erick, sanksi administrasi ini merupakan sebuah pembelajaran dan berkah bagi Indonesia. Sebab, sepakbola tanah air bisa serius berbenah dengan baik di semua sektor.

Beruntung PSSI kala itu melakukan Kongres Luar Biasa yang kemudian memilih Erick Thohir sebagai ketua umum. Tanpa lobi ciamik dari Erick Thohir, bukan tidak mungkin laju sepakbola Indonesia terhenti akibat sanksi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya