Berita

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama Presiden Joko Widodo dalam satu kesempatan/Net

Politik

Lebih Baik Maju Sendiri Karena Koalisi Besar akan Melawan PDIP

JUMAT, 07 APRIL 2023 | 16:01 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

PDIP diprediksi akan sulit bergabung dengan Koalisi Besar atau gabungan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) apabila mensyaratkan capres.

Pasalnya, tanpa PDIP, Koalisi Besar tetap bisa mengusung capres sendiri pada Pemilu 2024 nanti.

“PDIP tidak masuk Koalisi Besar ya keliatannya koalisi besar akan melawan PDIP. Saya melihat PDIP enggak dapet capres Koalisi Besar,” kata Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Jumat (7/4).


Oleh karena itu, Ujang menyarankan agar PDIP tetap maju mengusung capres dan cawapres dari internal partainya sebagaimana keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Dengan bekal golden tiket ambang batas presiden atau Presidential Threshold (PT) 20 persen, tanpa harus berkoalisi pun PDIP sangat mampu.

“Jadi kalau dari PDIP tetap ingin capres (di Koalisi Besar) maka PDIP bisa sendirian di Pemilu 2024. Mereka tak masalah karena punya Golden Tiket,” demikian Ujang.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya