Berita

Mantan Presiden AS, Donald Trump saat jalani persidangan/Net

Dahlan Iskan

No Gag

KAMIS, 06 APRIL 2023 | 03:18 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

SERI kedua Safari Ramadan hari ini tertunda oleh pertanyaan berikut ini: kenapa Donald Trump tidak bicara apa-apa di pengadilan Selasa kemarin?
Rupanya Trump sudah mendapat nasihat dari tim pengacaranya: di pengadilan, setiap ucapan yang tidak disiapkan dengan baik akan membawa konsekuensi hukum. Dan ia, kali ini, mendengar nasihat itu.

Sejak mendengarkan dakwaan yang dibacakan hakim Juan Merchan kemarin, Trump bukan lagi satu-satunya pengatur skenario drama kehidupannya. Ia tidak bisa lagi semaunya sendiri.

Memang di sidang pertama kemarin itu hakim tidak memberlakukan ''gag''. Tapi hakim telah mengingatkan agar masing-masing pihak menahan diri. Terutama dalam bersikap. Juga dalam berkata-kata. Agar tidak membuat ketegangan dan kerusuhan sosial.

Memang di sidang pertama kemarin itu hakim tidak memberlakukan ''gag''. Tapi hakim telah mengingatkan agar masing-masing pihak menahan diri. Terutama dalam bersikap. Juga dalam berkata-kata. Agar tidak membuat ketegangan dan kerusuhan sosial.

Di banyak perkara, hakim memberlakukan ''gag''. Misalnya di pembunuhan 4 mahasiswi U of I di Idaho itu. Hakim memerintahkan agar terdakwa, pengacara, para saksi, jaksa, dan keluarga tidak boleh bicara terkait perkara. Kepada media. Kepada siapa pun. Hakim memberlakukan ''gag''.

Dalam perkara Trump hakim tidak mengenakan ''gag''. Atau belum. Selama ini pihak Trump memang berjuang untuk tidak ada ''gag''. Itu adalah bagian dari kebebasan berbicara yang dijamin konstitusi. Hakim Juan Merchan bahkan menambahkan alasan: Trump adalah calon presiden yang harus banyak bicara.

Tapi dengan imbauan agar tidak memancing ketegangan dan kerusuhan sosial, hakim akan terus memonitor apa yang akan berkembang. Kalau imbauan itu tidak ditaati bisa saja, di tengah jalan, hakim memutuskan untuk ''gag''.

Tulisan ini saya buat sebelum Trump berpidato di estate-nya di Mar a Lago di Florida. Pidato itu sudah direncanakan sejak beberapa hari lalu. Ia akan menumpahkan banyak hal setelah pulang dari penyerahan dirinya sebagai terdakwa di New York.

Sebelum ia menyerahkan diri pun ballroom di Mar a Lago sudah ditata. Disiapkan sekitar 200 kursi. Tokoh-tokoh Republik diundang. Pendukung utamanya diundang. Panggungnya dibuat seperti panggung acara tunggal yang besar.

Saya tidak tahu apakah isi pidatonya diubah dibanding yang direncanakan. Apakah sudah dibuat lebih hati-hati. Atau lebih pendek dari kebiasaan Trump. Atau masih sama saja. Yang jelas, Trump kini tidak bisa lagi semaunya.

Peringatan hakim itu juga sekaligus untuk para pendukung fanatik Trump. Begitu ada kerusuhan maka hakim bisa bikin keputusan baru.

Hakim Juan Merchan sangat berpengalaman. Ia kelahiran Kolombia, Amerika Latin. Ia diajak orang tua pindah ke Amerika saat usianya 6 tahun. Mereka tinggal di New York. Jadi orang New York. Sampai sekarang. Ia juga yang menghukum perusahaan Trump tahun lalu.

Sidang pertama kemarin berlangsung 57 menit. Trump tidak diborgol. Ia memasuki ruang pengadilan dengan wajah serius cenderung merengut. Konsisten terus seperti itu. Sampai ia meninggalkan ruang sidang.

Jaksa minta bicara. Hakim mempersilakan. Jaksa Alvin Bragg menyinggung soal gambar Trump mengayunkan pemukul baseball ke arah kepala Bragg. Pengacara berkilah hal itu karena Trump dalam keadaan frustrasi karena dikriminalisasi.

"Kalau di kejadian ini tidak ada orang bernama Donald Trump tidak akan jadi perkara," ujar pengacara.
Imbauan hakim tadi disampaikan setelah terjadi bantah membantah itu.

Di dakwaan itu Trump dianggap melakukan 34 tindak kriminal serius. Membayar uang tutup mulut ke bintang film pornonya sendiri tidak kriminal. Tapi proses pembayarannya itu yang kriminal karena penuh pemalsuan.

"Terdakwa yang mengatakan tidak melakukan semua itu pun sudah kriminal," ujar jaksa.

Mengganti uang pembayaran tutup mulut ke Michael Cohen kriminal. Mencatat penggantian itu sebagai pembayaran jasa pengacara kriminal. Melebihkan penggantian yang itu agar cukup sekalian untuk pajaknya kriminal. Total ada 34 perbuatan kriminal. Kalau ancaman hukumannya dijumlahkan melebihi 100 tahun penjara.

Tentu Trump tidak akan menerima hukuman sebanyak itu. Bahkan ia belum tentu bersalah. Dewan jurilah yang akan menentukannya. Dan itu masih lama. Sidang berikutnya baru akan dilangsungkan hampir setahun yang akan datang: tanggal 4 Desember 2023. Saat itu partai-partai pasti sudah memutuskan siapa calon presiden mereka. Sudah mulai kampanye pula.

Maka untuk mengikuti sidang-sidang pengadilan berikutnya Trump akan sangat sibuk. Apalagi kalau ia benar-benar terpilih jadi calon presiden partai Republik. Ia harus sering ke New York. Ke pengadilan.

Tapi bisa jadi itu juga sekalian jadi panggung kampanyenya. Ia masih orang bebas. Tidak ditahan. Tidak pakai uang jaminan.

Yang jelas Trump seorang petarung hebat. Peluang sesempit apa pun bisa ia manfaatkan. Yang justru berat adalah rumor di Daily Mail ini: Melani kemungkinan besar lagi akan minta cerai.

Dan artis film porno Stormy Daniels tetap tidak kehilangan kepornoannyi. Di tengah heboh di sidang pengadilan itu dia kirim tweet: dari pada di bawah tuduhan lebih enak di bawah laki-laki yang seksi.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya