Berita

Ilustrasi/Net

Kesehatan

Waspadai Virus Marburg, UEA Keluarkan Peringatan Kedua

RABU, 05 APRIL 2023 | 08:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Untuk kedua kalinya otoritas kesehatan Uni Emirat Arab mengeluarkan peringatan terkait kewaspadaan terhadap virus Marburg, mendesak warga dan penduduknya untuk mengambil tindakan pencegahan dan menghindari perjalanan ke negara-negara di mana wabah telah dilaporkan.

Kantor Berita Emirates (WAM) melaporkan Selasa (4/4), dua negara yang dilarang untuk dikunjungi adalah Tanzania dan Guinea Khatulistiwa .

“Kementerian Kesehatan dan Pencegahan (MoHAP) telah mendesak masyarakat untuk mewaspadai virus yang menyebabkan demam berdarah Marburg dan untuk menghindari bepergian ke Tanzania dan Guinea Khatulistiwa, kecuali diperlukan, karena penyebaran virus Marburg baru-baru ini,” lapor WAM.


Kementerian juga telah menekankan bahwa semua tindakan pencegahan yang diperlukan diambil sesuai dengan standar kesehatan internasional untuk menahan virus dalam lingkup geografisnya saat ini.

"Situasi di negara-negara ini dipantau secara ketat untuk menentukan tingkat keparahan penyakit secara global,” kata Kementerian dalam sebuah pernyataan.

Sehari sebelumnya, Senin (3/4), Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Internasional menyarankan masyarakat untuk tidak bepergian ke Guinea Khatulistiwa dan Tanzania.

Arab Saudi dan Oman telah mengeluarkan peringatan serupa karena Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa jumlah kematian akibat wabah tersebut dua kali lipat dari yang dilaporkan pihak berwenang.

Isi peringatan juga meminta warga yang tinggal di dua negara Afrika untuk mengambil tindakan pencegahan dan mengikuti langkah-langkah kesehatan yang relevan untuk melindungi diri dari virus.

Jika perjalanan tidak dapat dihindari, orang harus mengambil tindakan pencegahan seperti menghindari kontak dekat dengan pasien, menyentuh permukaan yang terkontaminasi, dan tidak mengunjungi gua dan tambang, isi peringatan Kementerian Kesehatan.

Warga negara dan penduduk UEA yang telah melakukan perjalanan kembali ke negara itu dari daerah yang terkena dampak harus mengisolasi diri dan mencari pertolongan medis di fasilitas kesehatan terdekat atau departemen darurat di rumah sakit.

Dikatakan bahwa, siapa pun yang telah melakukan perjalanan ke daerah yang terkena dampak harus memberi tahu staf medis bahwa mereka telah berada di daerah di mana penyakit virus Marburg menyebar, dan apakah mereka telah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi, atau menunjukkan gejala hingga 21 hari.

Kementerian Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi tidak resmi terkait virus Marburg dan hanya mengikuti langkah-langkah pencegahan yang dikeluarkan oleh platform resmi.

Virus Marburg adalah penyakit yang mengancam jiwa yang menyebabkan demam parah, disertai kegagalan organ pendarahan, penyakit kuning, dan komplikasi kesehatan serius lainnya.

Penyakit ini ditularkan dari hewan ke manusia di lingkungan tertutup, seperti di tambang atau gua yang dihuni kelelawar.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya