Berita

Ketua DPP PSI, Andre Vincent Wenas/RMOL

Politik

Potensi Kerugian Gagal Gelar Piala Dunia U-20 Capai Rp 3,7 T, PSI: Ini Pelajaran Pahit

SENIN, 03 APRIL 2023 | 12:30 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 menyebabkan kerugian material dan nonmaterial yang sangat besar. Bahkan Menparekraf Sandiaga Uno menaksir kerugian akibat pembatalan oleh FIFA iu mencapai Rp 3,7 triliun.

Padahal untuk mendapatkan slot tuan rumah Piala Dunia U-20, Indonesia harus bersaing dengan beberapa negara lainnya. Dilanjut dengan sejumlah persiapan infrastruktur stadion yang menelan biaya besar.

"Kontestasi itu sudah lama persiapannya, bukan ujug-ujug. Jadi kelihatan sekali bodohnya sampai dibatalkan. Tapi sekarang nasi sudah jadi bubur, kebodohan ini hendaknya bisa jadi pelajaran bagi generasi mendatang. Jangan diulangi lagi," kata Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Andre Vincent Wenas, dalam keterangannya yang diterima Kantor Berita RMOLJakarta, Senin (3/4).


Andre menilai taksiran kerugian Rp 3,7 triliun sangat masuk akal. Karena antara lain untuk biaya merenovasi seluruh stadion yang akan digunakan sebagai venue Piala Dunia U-20 yang dikabarkan lebih dari Rp500 miliar.

"Lalu proyeksi kunjungan wisatawan mancanegara yang diperkirakan bakal lebih dari 50 ribu orang,” kata Andre. "Belum lagi hotel-hotel di sekitar venue yang sudah dipesan kamarnya. Jadi Rp3,7 triliun itu jumlah minimal."

Itu belum menghitung kerugian immateriil. Seperti memupuskan mimpi besar para penggawa Garuda Muda berlaga di pentas dunia.

Publik menduga batalnya perhelatan yang sudah lama direncanakan dan melibatkan sejumlah kepala daerah ini karena campur aduk urusan politik dengan olahraga.

“Mestinya sejak awal tak usah mengajukan diri jadi tuan rumah. Sekarang kan urusannya jadi runyam, kerugian jelas di depan mata. Kerugian ekonomisnya jelas ada, apalagi kerugian reputasi bangsa, duh malu-maluin saja. Sudahlah. ini pelajaran pahit bangsa kita,” demikian Andre.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya