Berita

Partai Golkar/RMOL

Politik

Pengamat: Siapapun Berhasil Pinang Golkar Berkoalisi, Akan Mendapat Energi Terbarukan

JUMAT, 31 MARET 2023 | 04:10 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Munculnya desas desus Partai Golkar akan lompat pagar meninggalkan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), adalah hal wajar. Terlebih, Golkar adalah partai sarat pengalaman dan berstatus peringkat dua Pemilu 2019.

Dikatakan Peneliti Senior Institut Riset Indonesia (INSIS), Dian Permata, saat ini sudah ada Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR), di samping KIB.

Menurut Dian, poros manapun yang dapat meminang Golkar akan mendapatkan energi terbarukan untuk memantapkan langkah di Pemilu 2024 nanti.


Dian mengakui, Golkar di setiap kontestasi Pilpres selalu memiliki daya magnet kuat. Hal itu dikarenakan Golkar mempunyai kematangan secara organisasi dan kelembagaan, baik sebagai institusi partai politik maupun kader politiknya.

"Karena kematangan itulah, Golkar selalu mendapatkan tempat. Baik di kubu lawan dan kawan," ujar Dian kepada wartawan, Kamis (30/3).

Pilpres 2019 dapat menjadi contoh. Saat itu, kata Dian, Golkar yang di Pipres 2014 menjadi kompatriot pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, dapat dan dengan mudah diberikan karpet merah oleh pasangan Joko Widodo dan Maruf Amien.

Dian mengatakan, jika Golkar masuk ke KPP, yang beranggotakan Nasdem, Demokrat, dan PKS; maka akan lebih mudah untuk membicarakan soal sharing power.

"Dan memungkinkan Golkar diberikan jatah Ketua DPR atau lainnya," katanya.

Sementara itu, jika Golkar gabung bersama Gerindra-PKB ke dalam KKIR, secara moril, Golkar akan memompa semangat koalisi tersebut.

"Hal ini juga memungkinkan terjadinya tiga poros, yakni poros KPP, KKIR, dan poros PDIP," tandasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya