Berita

Wakil Presiden AS Kamala Harris, dan Presiden Ghana Nana Akufo-Addo, dalam konferensi pers di Accra, Ghana, Senin 27 Maret 2023/Net

Dunia

Kepada Kamala Harris, Presiden Ghana Nana Akufo-Addo Tepis Isu Pengaruh China

SELASA, 28 MARET 2023 | 08:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah masalah termasuk ekonomi dan keamanan menjadi pembahasan utama dalam pertemuan Wakil Presiden AS Kamala Harris dengan Presiden Ghana Nana Akufo-Addo, Senin (27/3) waktu setempat.

Kamala Harris memulai perjalanan selama seminggu ke benua Afrika, yang diawali dengan kunjungan ke Ghana, lalu akan berlanjut ke Tanzania dan Zambia. Perjalanannya menjadi  bagian dari upaya bersama untuk memperluas jangkauan AS pada saat China dan Rusia memiliki kepentingan sendiri di benua itu.

Disambut di istana kepresidenan Ghana, yang disebut Jubilee House, Harris memuji kinerja Akufo-Addo selama menjabat sebagai presiden. Selain itu, ia juga menjanjikan bantuan keamanan dan meningkatkan investasi di sana, mengumumkan bantuan AS sebesar 100 juta dolar AS ke wilayah tersebut.


"Di bawah kepemimpinan Anda, Ghana telah menjadi mercusuar demokrasi dan kontributor perdamaian dan keamanan global," kata Harris kepada  Akufo-Addo, seperti dikutip dari Africa News, Selasa (28/3).

Akufo-Addo mengambil peran kuat dalam salah satu ekonomi yang tumbuh cepat di dunia sebelum pandemi Covid-19. Namun, meroketnya harga-harga membuat negara ini kepayahan, terutama saat harus menghadapi krisis utang karena kesulitan melakukan pembayaran.

Selama pertemuan dengan Harris, Akufo-Addo menyatakan keprihatinan bahwa investor swasta Amerika cenderung mengabaikan negaranya.

"Kami ingin dapat mengubah dinamika itu," katanya, menambahkan pertemuan dengan Harris telah menjadi peningkatan kerja sama yang teguh antara kedua negara.

Masalah keamanan termasuk pertempuran sporadis yang meningkat di utara Ghana, yang berbatasan dengan negara Burkina Faso dan Sahel, wilayah di mana cabang lokal al-Qaida dan kelompok Negara Islam telah beroperasi, juga dibahas selama pertemuan.

Akufo-Addo menyebut terorisme sebagai racun yang menyebar ke seluruh Afrika Barat, membuat kawasan itu tidak stabil.

"Kami menghabiskan banyak malam tanpa tidur untuk memastikan kami terlindungi di sini," katanya kepada Harris.

Selama konferensi pers setelah pertemuan mereka, Akufo-Addo mengatakan dia prihatin dengan kelompok teror. Namun, sejauh ini ia mengakui tidak memiliki konfirmasi resmi bahwa al-Qaida hadir di negara tersebut.

Dia juga mengatakan dia khawatir pasukan tentara bayaran Rusia yang dikenal sebagai Wagner dapat memperluas jejaknya di wilayah tersebut.

"Ini meningkatkan kemungkinan yang sangat nyata bahwa sekali lagi benua kita akan menjadi arena konflik kekuatan besar," kata Akufo-Addo.

Akufo-Addo kemudian menepis kekhawatiran tentang pengaruh China di kawasan itu. Ia menegaskan, Ghana memiliki hubungan dengan banyak negara.

"Hubungan dengan Amerika merupakan hubungan yang erat selama beberapa dekade," katanya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya