Berita

Logo Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Utara/Net

Dunia

Perhimpunan Persahabatan Indonesia-RRDK Kecam Latihan Militer Gabungan AS-Korsel

KAMIS, 23 MARET 2023 | 17:12 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Latihan militer gabungan yang digelar Amerika Serikat dan Korea Selatan membuat ketegangan di Semenanjung Korea terus meningkat.

Terlebih, latihan militer itu kerap dilakukan dengan menargetkan Korea Utara sebagai sasaran utama.

Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-RRDK Teguh Santosa pada Rabu (23/3) mengecam keras latihan gabungan AS-Korea Selatan dan mendesak agar seluruh aktivitas militer yang memicu provokasi Pyongyang segera dihentikan.


Menurutnya, penting untuk mendorong terciptanya situasi damai bagi Korea Utara agar dapat berkonsentrasi pada perekonomian dan pembangunan nasional.

Bersamaan dengan itu, ia juga menyatakan dukungan yang kuat kepada pemerintah dan rakyat Korea Utara atas upaya mereka dalam membela hak-hak negara.

"Kami dan seluruh rakyat progresif sekali lagi menyampaikan solidaritas dan dukungan kepada rakyat DPRK dan semoga sukses mempertahankan negara dan berjuang melawan kezaliman dan ketidakadilan di dunia ini," kata Teguh, seperti dimuat Asia-Pacific Regional Committee for the Peaceful Reunification of Korea (APRCPRK).

AS dan Korea Selatan memulai latihan militer gabungan besar-besaran yang disebut “Freedom Shield” selama 10 hari sejak 13 Maret lalu.

Latihan ini akan diikuti oleh latihan pendaratan gabungan “Ssangryong” (naga ganda) yang sempat terhenti selama lima tahun dan ditujukan untuk menekan Pyongyang.

Sejak Menteri Pertahanan AS mengunjungi Korea Selatan pada Januari lalu, Washington mengerahkan lebih banyak aset militer strategis ke Seoul seperti pesawat tempur siluman F-22, F-35B dan pembom nuklir B-1B .

Keduanya bahkan berencana menggelar lebih dari 20 putaran latihan militer gabungan yang jumlahnya melampaui latihan militer gabungan “Foal Eagle” tahun lalu.

Meski kegiatan militer AS di semenanjung Korea semakin mengkhawatirkan, Sekretaris Jenderal PBB justru tidak dapat melakukan apa-apa dan mengikuti apa kata Washington secara membabi buta.

PBB dan sekutu Barat lebih ingin mencela Korea Utara atas tindakan pembelaan diri mereka yang adil dan benar, dibanding menyelesaikan masalah di semenanjung Korea.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya