Berita

Sosialisasi Ideologi Kebangsaan yang digelar Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Dede Muharam/RMOLJabar

Nusantara

3 Penyakit Politik yang Harus Diwaspadai Jelang Pemilu 2024

KAMIS, 23 MARET 2023 | 08:25 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Gelaran pemilu yang digelar setiap 5 tahun sekali selalu ditunggu masyarakat. Hanya saja, setiap pemilu selalu timbul berbagai macam penyakit politik.

Begitu dikatakan Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Dede Muharam, saat sosialisasi Ideologi Kebangsaan bersama Kebasbangpol dengan para ormas dan LSM se-Kota Tasikmalaya, Rabu (22/3).

"Ya ideologi kebangsaan yang dilakukan oleh Kasbangpol ini dalam upaya untuk edukasi politik bagi masyarakat," kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu usai mengisi materi.


"Karena dalam Undang-undang Partai Politik Nomor 2 Tahun 2011 Pasal 14 menyatakan, di antara fungsi dan kewajiban partai politik itu adalah memberikan edukasi politik kepada masyarakat," lanjutnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Dede menilai, UU ini sangat mulia dan bagus, karena ketika masyarakat sudah cerdas berpolitik, maka nasib bangsa ini ditentukan oleh masyarakat itu sendiri.

"Tapi hingga hari ini kan fenomena yang terjadi di negeri ini, masyarakat dalam menentukan pilihan politik itu bukan rasionalitas, tetapi lebih ke pragmatis," terangnya.

Artinya, lanjut Dede, sangat berbahaya jika memilih karena pragmatis. Apalagi tahun depan akan dihelat Pemilu Serentak.

"Kami harus berikhtiar untuk memahamkan dan menyadarkan masyarakat. Karena ada tiga penyakit politik di negeri ini," paparnya.

Penyakit-penyakit itu, papar Dede, adalah high cost politic atau biaya politik yang cukup mahal. Dengan biaya politik yang cukup mahal, maka orang-orang yang punya integritas tetapi tidak memiliki finansial kuat tidak akan punya kesempatan untuk memimpin bangsa ini.

"Itu dampak dari high cost politic. Ketika seorang kader partai, seorang politisi senior di partainya memiliki kualitas yang kuat, intensitas yang bagus, kapasitas yang luar biasa, tapi tidak memiliki finansial yang cukup maka tak sedikit mereka terpelanting dari partai politiknya," beber Dede.

Kemudian, penyakit politik lainnya adalah oligarki politik. Artinya para oligarki yang mendominasi berkuasa.

"Serta interlocking politic. Politik saling mengunci. Sehingga tidak sedikit partai politik yang tidak bisa berbuat banyak karena sudah dijahati oleh kasus yang menerpanya," tuturnya.

Maka dari itu, dirinya ingin mengupayakan masyarakat keluar dari penyakit-penyakit politik tersebut. Hal itu agar bangsa dan negara ini menjadi bangsa yang baik dan benar.

"Sehingga orang-orang yang punya integritas moral, kapasitasnya luar biasa, tapi tidak memiliki finansial punya kesempatan untuk memimpin negeri ini," ujarnya.

Menurut Dede, penyakit politik seperti itu hingga hari ini masih terjadi. Maka partai politik harus mengambil langkah-langkah melalui diskusi dan mengedukasi untuk mengobati penyakit itu.

"Karena masih banyak masyarakat yang punya akal pikiran yang sehat juga punya nurani. Salah satu buktinya diri saya selama tiga periode menjadi anggota DPRD. Saya tidak pernah melakukan apa yang namanya money politic," pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya