Berita

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni/Net

Dunia

PM Italia Meloni Tak Takut Elektabilitas Turun karena Dukung Ukraina

RABU, 22 MARET 2023 | 14:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Meski pendukungnya menunjukkan penolakan terhadap kebijakan pengiriman senjata ke Ukraina, tetapi Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni tetap teguh pada posisinya.

Dalam pidatonya di hadapan senat menjelang KTT Dewan Eropa pada Selasa (21/3), Meloni menegaskan bahwa pemerintahannya akan terus mengirimkan bantuan tersebut karena berkaitan erat dengan kepentingan nasional Italia.

"Kami akan terus melakukannya karena merupakan hak untuk melakukannya dalam kaitannya dengan nilai dan kepentingan nasional," kata Meloni, seperti dimuat Reuters.


Tanggapan Meloni dikeluarkan, menyusul sebuah hasil survei akhir Februari lalu tentang pandangan masyarakat Italia terhadap pengiriman senjata ke Ukraina.

Jajak pendapat yang diterbitkan oleh harian Corriere della Sera itu, menunjukkan sekitar 45 persen orang Italia menentang pengiriman senjata ke Ukraina, sementara 34 persen mendukung, dan sekitar 21 persen dari mereka yang disurvei tidak menjawab.

Partai pengusung Meloni, Forza Italia, sangat was-was dengan 47 persen responden yang menyatakan penentangan terhadap pengiriman senjata.

Italia telah mengirim beberapa paket bantuan militer ke Ukraina di bawah pemerintahan persatuan nasional Mario Draghi sebelumnya.

Kini, pemerintahan Meloni bekerja sama dengan Prancis mengirimkan sistem pertahanan udara SAMP/T-MAMBA ke Ukraina.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya