Berita

Presiden Moldova Maia Sandu/Net

Dunia

Maia Sandu: Meski Diacak-acak Rusia, Moldova Tidak dalam Ancaman Perang

SABTU, 18 MARET 2023 | 08:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Berada sangat dekat dengan tetangga yang sedang berperang bukan berarti ada ancaman terhadap keamanan Moldova.

Presiden Maia Sandu berbicara di depan parlemen pada Jumat (17/3), meyakinkan orang-orang bahwa sejauh ini tidak ada ancaman perang di negara itu di tengah upaya Rusia yang juga berusaha mengacaukan Moldova.

“Tidak ada bahaya perang datang ke Moldova saat Ukraina berperang,” kata Sandu, seperti dikutip dari Al Jazeera.


Moldova, negara kecil yang terjepit di antara Ukraina dan Rumania, menghadapi banyak masalah di dalam negeri. Selain krisi energi dan  meningkatnya angka kemiskinan, negara itu berjuang meredam kemarahan rakyatnya yang menuntut perbaikan ekonomi dan perombakan pemerintah. Semua itu diperparah dengan adanya perang di negara tetangga, Ukraina dan Rusia.

Moldova juga memiliki masalah sendiri dengan Rusia, dan menuduh Rusia berusaha mengacaukan Moldova.

Selama berpidato di parlemen, Sandu memuji Ukraina karena bertahan melawan Rusia sejak Moskow menginvasi lebih dari setahun yang lalu.

“Saya ingin meyakinkan warga kami, bahwa Moldova sekarang tidak berada dalam bahaya perang. Tentara Rusia tidak bisa sampai ke sini sementara Ukraina bertahan, yang berarti itu juga termasuk melindungi Moldova. Kami berterima kasih kepada warga Ukraina atas keberanian dan kecintaan mereka pada kebebasan,” kata Sandu.

Dia mengatakan Rusia, yang memiliki pasukan yang berbasis di wilayah Transnistria yang memisahkan diri dari Moldova, akan terus berusaha untuk mengacaukan negaranya "dari dalam". Ia memuji lembaga penegak hukum karena menghalangi upaya untuk menyebarkan kekacauan.

Dalam beberapa pekan terakhir, pihak berwenang Moldova telah menangkap beberapa aktivis pro-Rusia yang diduga mencoba memasuki negara itu. Ada juga beberapa protes yang diorganisir oleh partai pro-Rusia di ibu kota Chisinau.

"Selama saya menjadi presiden, Moldova akan bertahan," kata Sandu.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

UPDATE

13 Langkah Komprehensif Kuatkan Rupiah

Rabu, 03 Juni 2026 | 06:11

Dua Guru Magelang Didakwa Korupsi Modus Pungli Peserta PPG

Rabu, 03 Juni 2026 | 06:00

Bukan Dapur Asal Ngebul

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:26

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

Putusan MK soal Keterwakilan Kuota Perempuan Berikan Keadilan Gender

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:14

Syafrin Liputo Dituntut Bawa Jaksel Lebih Maju, Inklusif, dan Sejahtera

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:01

2.081 Polisi Kawal Ketat Piala AFF U-19 2026

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:22

Korban Kebakaran Kemayoran

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:19

Multipolaritas Harus Jadi Jalan Kerja Sama, Bukan Konfrontasi

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:09

KDM Sikat PKL Usai 30 Tahun Berkuasa di Bandung

Rabu, 03 Juni 2026 | 03:45

Selengkapnya