Berita

Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg/Net

Dunia

Mayoritas Penduduk Setuju Swiss Lebih Dekat ke NATO, tapi Tak Mau Gabung

JUMAT, 17 MARET 2023 | 12:24 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Mayoritas penduduk Swiss setuju untuk lebih dekat dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), khususnya di tengah situasi perang yang masih berkecamuk antara Rusia dan Ukraina.

Berdasarkan hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh Akademi militer Swiss dan Pusat Studi Keamanan Universitas ETH Zurich, 55 persen penduduk Swiss lebih menyukai hubungan yang lebih dekat dengan NATO, tetapi tidak setuju untuk bergabung dengan aliansi militer tersebut.

Jajak pendapat sendiri telah dilakukan sejak Januari 2023, dan baru diterbitkan pada Kamis (16/3), seperti dimuat Swiss Info.


Hanya sepertiga dari responden yang ingin Swiss mendaftarkan keanggotaan NATO.

Angka dukungan terbaru naik 10 poin persentase dari survei Januari 2021, menandakan perubahan opini publik dalam melihat dampak perang Rusia dan Ukraina bagi negara Eropa, terutama Swiss.

Hal itu juga diakui Kementerian Pertahanan Swiss yang menyebut netralitas negara telah berubah menjadi lebih kritis saat ini, terutama dengan jalinan kerjasama yang lebih terbuka.

"Ini adalah pertama kalinya mayoritas kecil penduduk berpendapat demikian,” kata kementerian.  

Swiss memang bukan anggota NATO, tetapi tetap memiliki jalinan kerjasama dengan aliansi pertahanan dalam Kemitraan untuk Perdamaian dan Dewan Kemitraan Euro-Atlantik, di mana Swiss dapat menyuarakan keprihatinan tentang masalah kebijakan luar negeri dan keamanan.

Prinsip netralitas Swiss tetap mendapat dukungan tinggi dengan 91 persen suara, meski angka tersebut turun enam poin persentase dibanding Januari 2022.

Dalam beberapa pekan terakhir, Kyiv dan sekutu Barat telah meningkatkan kritik terselubung terhadap posisi Swiss. Sebab, meski telah memberlakukan sanksi untuk Rusia, Swiss masih belum mengizinkan ekspor ulang senjata buatannya ke Ukraina.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya