Berita

Fuad Bawazier/Ist

Politik

Fuad Bawazier: Ada Aktor Intelektual di Balik Putusan PN Jakpus

MINGGU, 05 MARET 2023 | 09:04 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Indikasi adanya aktor intelektual pada putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) mencuat. Pasalnya, apa yang digugat Partai Prima bertentangan dengan isi tuntutan hakim.

Semula, pokok perkara yang dilayangkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI terkait kerugiannya tidak lolos verifikasi administrasi. Tapi isi tuntutan majelis hakim  PN Jakpus justru penundaan Pemilu 2024.

Mantan Menteri Keuangan RI, Fuad Bawazier, berpendapat, mustahil tidak ada orang kuat di balik itu, yang memiliki misi perpanjangan masa jabatan presiden atau menunda Pemilu.


"Kita harus hati-hati menuduh aktor intelektualnya, tapi patut diduga ada. Kita lihat saja siapa penggugatnya, dan upaya-upaya ini (perpanjangan masa jabatan presiden) telah lama berjalan terus, dan ini memakan biaya besar. Masa tidak ada sponsornya?" urai Fuad kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (5/3).

Dia juga menegaskan, misi perpanjangan masa jabatan presiden atau penundaan Pemilu itu sebenarnya sudah ditolak seluruh elemen masyarakat.

Upaya-upaya kelompok tertentu untuk melancarkan misi itu, seperti uji materi ke Mahkamah Konstitusi, gugatan ke KPU, dan gelombang relawan yang mendorong penundaan Pemilu, telah dilakukan, namun tidak membuahkan hasil.

"Selama ini orang kuat dan berduit atau berkuasa, yang menginginkan 3 periode, atau menunda Pemilu. Meski sudah mentok di sana-sini, nyatanya jalan terus," katanya.

Dia meminta masyarakat jeli melihat situasi, agar ke depan misi penundaan Pemilu dan atau perpanjangan masa jabatan presiden tidak muncul kembali.

"Nah, sekarang kita lihat saja, bila ada pihak-pihak yang berdalih ini-itu, sampai menunda Pemilu, berarti penolakannya atau bandingnya itu sandiwara saja," tutupnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya