Berita

Pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo usai diperiksa KPK terkait LHKPN tak wajar/RMOL

Hukum

KPK Bongkar Modus Rafael Alun Trisambodo Sembunyikan Aset

JUMAT, 03 MARET 2023 | 02:17 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pola yang dilakukan pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo dan genk pejabat pajak sangat canggih, yakni menyembunyikan harta kekayaan dengan cara nominee, yakni menggunakan nama orang lain atau perusahaan.

Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan mengatakan, pihaknya belum bisa membeberkan pola penyamaran harta kekayaan yang dilakukan oleh Rafael dan pejabat pajak lainnya.

"Belum dong. Tapi kita pastiin, ini canggih banget," ujar Pahala kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (2/3).


Pahala menjelaskan, bahwa Rafael memiliki saham di enam perusahaan, dua perusahaan di antaranya berupa real estate di Minahasa Utara atas nama istri Rafael, dan juga terdapat restoran atas nama istri Rafael.

"Dia pola silatnya canggih. Pakai nominee. Salah enggak di LHKPN? enggak salah. Gue beli atas nama lu, enggak salah kan di LHKPN. Kenapa enggak masuk? Ya nama lu masa gue masukin. Tapi sebenarnya gue yakin ini elu yang beli. Sudah gitu pakai PT. Kalau di LHKPN, PT hanya nominal saham. Urusan PT lu berkembang, lu nerima sumbangan atau apa, di PT, gue enggak bisa lihat, canggih enggak?" kata Pahala.

Pahala memastikan, aset-aset dengan nominee tersebut bernilai besar. Bahkan, KPK sudah mencium bahwa aset yang menggunakan nominee berupa tanah dan properti.

"Sudah, timnya cerita beberapa pakai nominee. Properti semua, ini banyak di Yogya," pungkas Pahala.




Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya