Berita

Peneliti Monash University, Ika Karlina Idris/RMOL

Hukum

Monash University: Reputasi KPK Baik

KAMIS, 02 MARET 2023 | 19:06 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Masyarakat menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki reputasi yang baik. Untuk itu, masyarakat memberikan saran agar lembaga antirasuah meningkatkan edukasi pendidikan antikorupsi.

Hal itu merupakan hasil survei yang dilakukan oleh Monash University Indonesia dengan tema "Survei Pemangku Kepentingan atas Reputasi dan Persepsi Kinerja KPK Tahun 2022".

Peneliti Monash University, Ika Karlina Idris mengatakan, selain kinerja KPK yang baik selama tiga tahun terakhir, masyarakat atau responden dalam survei menyatakan bahwa KPK memiliki reputasi yang baik pada 2022.


"Reputasi secara umum kita tanya begini, apakah anda setuju KPK sudah bekerja dengan baik, secara umum KPK memiliki reputasi yang baik, KPK bekerja sesuai dengan harapan saya," ujar Ika kepada wartawan dalam acara diskusi media yang diselenggarakan di lantai tiga Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (2/3).

Dari hasil survei yang melibatkan 806 orang responden yang pernah berhubungan langsung dengan KPK, menyatakan bahwa reputasi umum KPK berada di angka 71,19 dari skor 0-100.

"Ketika kita tanya yang lebih detail, misalnya terkait dengan reputasi etika moral itu paling tinggi 73,77, kita tanya misalnya apakah kerja KPK untuk kemaslahatan bangsa, apakah KPK penegakan kode etik transparan, itu jauh lebih tinggi," kata Ika.

Selain itu, reputasi profesionalitas KPK juga menunjukkan angka yang baik, yakni 72,16. Reputasi profesionalitas itu ditunjukkan terhadap profesionalitas lembaga, pimpinan dan dewan pengawas KPK. Terakhir, reputasi komitmen KPK berada di angka 72,58.

"Yang menarik ini, ini selain survei, kita juga ada pertanyaan terbuka terkait dengan harapan pemangku kepentingan ke KPK. Kita tanya apa sih harapan anda, apa yang bisa diperbaiki. Harapan itu ada dua, harapan yang terkait dengan program, dan harapan yang terkait dengan profesionalitas KPK," jelas Ika.

Hasilnya, responden berharap KPK untuk lebih gencar melakukan edukasi. Selanjutnya, responden berharap KPK menjaga integritas, meningkatkan penindakan korupsi, lebih transparan, tidak tebang pilih, lebih tegas, lebih profesional, sinergi dan kolaborasi, dan penguatan pemberantasan korupsi di daerah.

"Ternyata yang paling banyak kalau dilihat adalah, lebih gencar mengedukasi," pungkas Ika.

Metode pengambilan data ini dilakukan dengan mengisi kuesioner online yang disebar ke berbagai stakeholder yang pernah berhubungan dengan KPK.

Para responden terbanyak berasal dari PNS atau ASN sebanyak 41,4 persen. Selanjutnya responden dalam survei ini adalah, karyawan swasta sebanyak 14,3 persen, lainnya 10,9 persen, guru atau dosen 9,4 persen, pelajar atau mahasiswa 8,8 persen, karyawan BUMN 6,9 persen, wiraswasta atau wirausaha 6,1 persen, tidak bekerja 1,6 persen, dan TNI/Polri 0,5 persen.

Dalam pemaparan hasil survei ini, turut dihadiri oleh pimpinan KPK, yakni Alexander Marwata, Johanis Tanak, Nurul Ghufron, Nawawi Pomolango, Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPK Cahya H. Harefa, dan pejabat KPK lainnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya