Berita

Direktur Eksekutif Center for Budget Analisis (CBA) Uchok Sky Khadafi/Net

Politik

Uchok Sky Khadafi: Dirjen Pajak Harus Naik Level agar Diawasi Presiden

RABU, 01 MARET 2023 | 14:20 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemerintah diminta mengawasi secara ketat Kementerian Keuangan (Kemenkeu), menyusul adanya fenomena pamer harta kekayaan pejabat tinggi Kemenkeu yang dikritik pedas oleh masyarakat.

Direktur Eksekutif Center for Budget Analisis (CBA) Uchok Sky Khadafi menuturkan bahwa pengawasan internal Kemenkeu perlu dilakukan. Namun, pihaknya meminta pemerintah meminta pihak luar mengawasi pejabat di Kemenkeu.

“Kalau pengawasan dari kementerian keuangan, pasti gagal total. Tidak mungkin sesama jeruk makan jeruk. Pengawasan keuangan harus diambil dari orang luar, bukan dari internal Kemenkeu,” tegas Uchok kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (1/3).


Menurutnya, perlu ada reformasi total di Kemenkeu. Sebab, harta kekayaan para pejabat Kemenkeu yang janggal.

Uchok menyarankan, lembaga-lembaga lahan basah di Kemenkeu selevel kementerian sehingga bisa diawasi langsung oleh presiden.

“Artinya, Dirjen pajak tidak boleh masuk lagi di dalam lembaga kementerian keuangan. Biar gampang mengawasi para aparat pajak,” katanya.

Dia menambahkan, selama ini Kemenkeu jarang diperhatikan oleh masyarakat, hingga terjadi penurunan pengawasan.

“Jadi sejak Gayus sampai sekarang, tidak ada perbaikan apapun, termasuk mental aparatnya yang suka hedon, dan pamer kekayaan,” tutupnya.

Gaya hidup mewah pejabat tinggi Kemenkeu disorot masyarakat akibat dari anak Dirjen Pajak Rafael Alun Trisambodo yang memamerkan harta orangtuanya.

Publik lantas menyorot sejumlah pejabat di lembaga keuangan negara, salah satunya Kepala Bea Cukai Yogyakarta Eko Darmanto yang memamerkan motor gede dan pesawat Cessna milik pribadi di sosial media.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya