Berita

Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Amir Arief dalam kegiatan pendidikan kaderisasi perempuan tingkat nasional di Sekolah Partai DPP PDI Perjuangan, Minggu (26/2)/Ist

Politik

Bekali Kader PDIP, KPK Terus Perluas Keterlibatan Perempuan dalam Upaya Meminimalisir Korupsi

RABU, 01 MARET 2023 | 13:50 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kualitas pendidikan khususnya pada kader perempuan menjadi bagian dari upaya penguatan demokrasi di Indonesia. Oleh karena itu, dalam mencapai demokrasi ideal, dibutuhkan pendidikan yang setara di tengah keragaman masyarakat Indonesia, termasuk pada partai politik (parpol).

Hal itu disampaikan oleh Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Amir Arief dalam kegiatan pendidikan kaderisasi perempuan tingkat nasional di Sekolah Partai DPP PDI Perjuangan, Minggu (26/2).

Amir mengatakan, pentingnya kualitas pendidikan khususnya pada kader perempuan menjadi bagian dari upaya penguatan demokrasi di Indonesia. Karena, karakteristik demokrasi tersebut harus mampu membangun sistem politik dan pemerintahan yang kondusif untuk menghadirkan iklim pendidikan yang baik.


Amir menjelaskan, tujuan negara sulit diwujudkan jika korupsi masih merajalela. Sehingga, berbagai pendekatan telah KPK lakukan untuk memberantas korupsi seiring berjalannya pemerintahan, di antaranya melalui komitmen bersama masyarakat untuk menurunkan tingkat korupsi.

"Salah satu sasarannya KPK terus memperluas keterlibatan perempuan dalam upaya meminimalisir tidak pidana korupsi," ujar Amir dalam unggahan KPK di Twitter, Rabu (1/3).

Apalagi, kata Amir, banyak temuan KPK terhadap tindak pidana korupsi yang terjadi, disebabkan dari kegagalan dan buruknya suatu sistem. Karena itu, KPK berperan penting untuk mengajak seluruh kader perempuan PDIP untuk bersama-sama merumuskan berbagai sistem yang tidak bisa membuka peluang dan celah terjadinya korupsi.

Selain itu, Amir menerangkan, nilai integritas pada parpol harus terus dibangun dan dijaga, serta dicegah melalui program Politik Cerdas Berintegritas (PCB) Terpadu. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya yang dilakukan KPK bersama parpol dalam mewujudkan iklim politik di Indonesia yang bebas dari korupsi.

"Pada PCB Terpadu ini, para kader parpol akan mendapatkan edukasi dan materi antikorupsi untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terkait korupsi dan dampaknya. Oleh karenanya, integritas para kader perempuan PDI Perjuangan juga harus tertanam untuk mendorong penguatan budaya dan sistem antikorupsi dalam kelangsungan kemajuan negara," jelas Amir.

Melalui kegiatan pendidikan kaderisasi perempuan PDIP tingkat nasional, edukasi antikorupsi yang KPK berikan pada kader perempuan diharapkan bisa menjadi mesin penggerak demokrasi, dan dapat menghasilkan para pemimpin-pemimpin nasional dan daerah yang bersih dari korupsi.

Sebagai langkah preventif selain penindakan, kata Amir, langkah pencegahan harus tetap dilakukan dibarengi dengan pendidikan. KPK meyakini, pendidikan antikorupsi tidak cukup sampai dengan pendidikan yang bersifat formal, tapi pendidikan informal seperti kegiatan edukasi antikorupsi kepada para peserta didik kaderisasi perempuan PDIP.

"Melihat dampak dari korupsi itu sendiri, tentu sangat berpengaruh dengan seluruh program pembangunan nasional termasuk pendidikan. KPK dengan trisula pemberantasan korupsi, strategi penindakan tetap berjalan dengan mengedepankan strategi pencegahan dan pendidikan," pungkas Amir.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala Sekolah Bidang Pengajaran dan Kurikulum Sekolah Partai PDIP, I Wayan Sudirta menyampaikan apresiasinya kepada KPK karena telah hadir memberikan pendidikan dan edukasi antikorupsi kepada seluruh kader perempuan PDIP.

Terlebih kata dia, peran perempuan untuk antikorupsi menjadi modal penting guna mendorong para kader perempuan bisa aktif di politik, serta menjadi eksekutif dan legislatif sebagai representasi kesetaraan gender.

"Karakter integritas atau antikorupsi ini wajib dimiliki oleh para kader PDI Perjuangan, termasuk juga pada kader perempuannya. Karena, peran perempuan sangat sentral mulai dari rumah tangga sebagai garda terdepan untuk mengantisipasi tindak pidana korupsi pada keluarga," kata I Wayan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya