Berita

Anies Baswedan dinilai lebih cocok didampingi AHY/Net

Politik

Ketimbang Khofifah, Gubernur NTB Lebih Pilih AHY Jadi Pendamping Anies

SENIN, 27 FEBRUARI 2023 | 18:40 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Dua sosok yang disebut-sebut layak menjadi pendamping Anies Baswedan pada Pemilihan Presiden 2024, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY_ dan Khofifah Indar Parawansa, bakal bersaing ketat untuk mendapatkan dukungan. Sejauh ini, AHY tampaknya punya peluang lebih besar ketimbang Khofifah.

Salah satu dukungan terhadap AHY untuk jadi cawapres Anies disampaikan  
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkieflimansyah. Alasannya, AHY lebih bisa membuat Koalisi Perubahan yang diisi Demokrat, Nasdem, dan PKS lebih solid.

"Kalau kami di PKS, yang pas itu mendampingi Anies adalah AHY," ujar Bang Zul, sapaan akrabnya, Senin (27/2).

"Kalau kami di PKS, yang pas itu mendampingi Anies adalah AHY," ujar Bang Zul, sapaan akrabnya, Senin (27/2).

"Supaya ada soliditas antara Koalisi Perubahan Nasdem, PKS dan Demokrat. Kalau enggak ada Demokrat juga enggak akan jadi koalisi ini. PKS juga tidak ngotot untuk Wapres. Tapi kita ingin Koalisi Perubahan ini segera ada Wapres-nya, sehingga kelihatan," imbuhnya.

Meski demikian, ia mengakui Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, juga punya peluang jadi pendamping Anies.

"Memang ada dorongan untuk memasangkan Anies dengan Ibu Khofifah, karena Ibu Khofifah ini adalah kepala daerah yang provinsinya besar, mewakili gender NU juga. Kemudian, Ibu Khofifah, sosok yang termasuk diperbincangkan di kalangan elite di Jakarta dan tidak terikat dengan parpol mana pun," paparnya.

Toh, Bang Zul tetap berpandangan bahwa yang lebih pas mendampingi Anies Baswedan sebagai bakal calon wakil presiden adalah AHY.

Sementara itu, terkait target PKS untuk kemenangan Anies di NTB pascadeklarasi mantan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai bakal calon presiden oleh DPP PKS, Bang Zul belum bisa memastikannya.

"Dari survei yang kita lakukan, pendukung Anies di NTB relatif banyak, bahkan mayoritas malah. Tetapi berapa besar kita belum tahu, kita lihat saja nanti," tandasnya.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya