Berita

Menteri Luar Negeri India, S Jaishankar/Net

Dunia

Hubungan India dan China Tidak akan Pernah Normal Sampai Perselisihan Diselesaikan

SENIN, 27 FEBRUARI 2023 | 16:24 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Hubungan antara India dan China tidak akan berjalan normal sampai perselisihan yang terjadi pada awal pembatasan Covid-19 diselesaikan.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri India, S Jaishankar selama Forum Pemikir Nasionalis, bagian dari 'Presidensi G20 India' di Hyderabad pada Minggu (26/2).

Jaishankar mengatakan bahwa perselisihan di awal pandemi Covid-19 dan pertarungan Galwan antara India dan China pada 2020 lalu telah membuat hubungan keduanya tidak baik-baik saja.


"Kami telah membuatnya sangat jelas bahwa sampai ada penyelesaian untuk masalah ini, hubungan kita dengan China tidak akan normal." tegasnya, seperti dimuat ANI News.

Lebih lanjut, Jaishankar menjelaskan bahwa penanganan sengketa Line of Actual Control (LAC) dengan China tahun 2020 lalu, terjadi bersamaan dengan pembatasan awal Covid-19.

"Kami benar-benar disibukkan dengan tantangan Covid. Harap hargai anonimitas dari apa yang dilakukan Perdana Menteri Modi. Dia mengerahkan pasukan setinggi ini dalam kondisi yang sangat sulit, di tengah Covid. Dan kemudian menerima tantangan ini secara langsung," jelasnya.

Pada 5 Mei 2020, terjadi bentrokan antara India dan China di lembah Galwan yang telah mengakibatkan kematian 20 personel Angkatan Darat India, yang kemudian disusul oleh beberapa bentrokan lanjutan di perbatasan.

India berbagi perbatasan sepanjang 3.488 km dengan China, di mana 1.126 km membentang di sepanjang Arunachal Pradesh.

China mengklaim bagian yang lebih tinggi dari wilayah daratan Arunachal karena perbatasan tidak sepenuhnya dibatasi karena kurangnya infrastruktur.

Oleh sebab itu, Jaishankar menyebut pihaknya tengah membangun dua kali lipat jalan dan tiga kali lipat terowongan untuk memfasilitasi militer India yang berjaga.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Jawapos TV Tumbang, Televisi dan Radio Daerah Berguguran

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:24

UPDATE

Polda Metro Jaya Ajak Warga Manfaatkan Program Pemutihan Pajak hingga Akhir Agustus

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:11

IIW Indonesia 2026 Dorong Investasi dan Kolaborasi Industri Global

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:03

Indonesia dan Madagaskar Teken Dua Perjanjian Strategis

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:59

Sah! RUU P2SK Resmi Jadi UU, Purbaya Klaim Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:46

Pergantian Pimpinan BGN Harus Dibarengi Peningkatan Kualitas MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:44

ICW Khawatir Ada Intervensi di Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Proses Penyidikan ke Publik

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:37

Prabowo Pernah Minta BPKP Tak Ragu Usut Orang Dekat Sebelum Dadan Ditangkap

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:25

KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim dan Sejumlah Lokasi Lain

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:09

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:06

Rupiah-IHSG Ambruk, Pengamat: Pasar Lebih Percaya Data, Bukan Pidato Pemerintah

Kamis, 04 Juni 2026 | 10:51

Selengkapnya