Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Jokowi Klaim Pembangunan di Eranya Sudah Indonesia Sentris

MINGGU, 26 FEBRUARI 2023 | 13:59 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pembangunan infrastruktur dan desa dinilai sudah tidak lagi Jawa sentris atau hanya berpusat di Pulau Jawa. Perubahan nyata ini merupakan wujud nyata dari upaya yang dilakukan pemerintah selama delapan tahun terakhir.

Perubahan itu dipamerkan langsung oleh Presiden Jokowi saat memberikan sambutan di acara Pembukaan Workshop dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemenangan Pemilu Partai Amanat Nasional (PAN) di Semarang, Jawa Tengah, Minggu pagi (26/2).

"Kita ini sudah kerja delapan tahun ya, kita semuanya. Sudah banyak perubahan-perubahan yang telah kita lakukan. Sehingga ke depan memang harus kita lanjutkan perubahan-perubahan yang telah kita lakukan," ujar Jokowi.


Dulu, sambungnya, pembangunan selalu Jawa sentris. Di mana, infrastruktur dibangun hampir 70 persen di Pulau Jawa. Sehingga, hal itu digeser oleh Jokowi menjadi Indonesia sentris. Setidaknya 53 persen investasi sudah berada di luar Jawa.

"Yang fisik, contoh infrastruktur, itu kita sudah menghabiskan anggaran Rp 3.309 triliun. Kemudian pergeserannya terjadi, karena infrastrukturnya siap, misalnya jalan tol, bandara airport sudah siap di luar Jawa, dihubungkan dengan kawasan industri, kawasan perkebunan, kawasan pertanian, kawasan pariwisata, kemudian investasi menjadi bergeser.

Jokowi mengingatkan, Indonesia merupakan negara besar dengan 282 juta jiwa hidup di 17 ribu pulau. Sehingga, tidak bisa jika hanya dilakukan pembangunan di satu pulau saja, yakni di Pulau Jawa.

"Yang kedua, dari kota sentris bergeser ke desa sentris. Apa buktinya bahwa kita sudah ke desa sentris. Sampai sekarang, dari 74.800 desa yang kita miliki, kita telah gelontorkan Rp 470 triliun dana desa. Ini komitmen menggeser dari kota sentris menuju ke desa sentris. Sehingga jalan-jalan produksi desa tuh semuanya terbangun, meskipun belum selesai," pungkas Jokowi.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya