Berita

Tangkapan layar saat Presiden Joko Widodo memberi sambutan di acara Pembukaan Workshop dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemenangan PAN/Net

Politik

Jokowi Tidak Ingin PAN Salah Pilih Koalisi

MINGGU, 26 FEBRUARI 2023 | 13:17 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Perubahan-perubahan yang dilakukan pemerintah selama ini harus terus dilanjutkan. Atas alasan itu, Presiden Joko Widodo mewanti-wanti Partai Amanat Nasional (PAN) untuk berhati-hati dalam memilih rekan koalisi.

Peringatan itu disampaikan Presiden Jokowi saat memberi sambutan dan membuka secara resmi acara Pembukaan Workshop dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemenangan PAN di Semarang, Jawa Tengah, Minggu pagi (26/2).

"Dalam politik yang namanya kerja sama itu memang wajib, jangan justru politik itu memecah belah. Sehingga, sekali lagi, kerja sama itu penting, koalisi itu penting, jangan salah memilih koalisi," ujar Jokowi.


Akan tetapi, kata Jokowi, yang paling penting adalah memperkuat kerja sama kebangsaan. Sehingga, persatuan Indonesia tetap terjaga.

"Dan juga, kita ini sudah kerja delapan tahun ya, kita semuanya. Sudah banyak perubahan-perubahan yang telah kita lakukan. Sehingga ke depan memang harus kita lanjutkan perubahan-perubahan yang telah kita lakukan," pungkas Jokowi.

Dalam acara ini, turut dihadiri oleh Ketua Umum (Ketum) PAN Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya