Berita

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto/Net

Politik

Pesan Musra Relawan Jokowi: KIB Harus Solid Usung Airlangga Capres 2024

SABTU, 25 FEBRUARI 2023 | 13:42 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Hasil musyawarah rakyat (Musra) XVII yang digelar gabungan relawan Presiden Joko Widodo, di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 12 November 2022, dimaknai sebagai pesan tersirat kepada Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Sebab dalam Musra itu, nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, hanya mendapat dukungan 17,98 persen, atau di bawah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (21,98 persen) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (18,93 persen).

“Hasil Musra dari relawan Jokowi menunjukkan realitas dinamika politik yang sedang direspon oleh mereka. Nama Ganjar yang biasanya berada di posisi pertama malah terlempar di posisi ketiga,” ujar analis politik dari Citra Institute, Efriza kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (25/2).


Bacaannya, kata dia, nama Ganjar sengaja disingkirkan relawan Jokowi untuk memancing Koalisi Indonesia Bersatu yang dimotori Partai Golkar, PAN, dan PPP, untuk segera menetapkan tokoh bakal calon presiden (bacapres) yang mendapat dukungan paling banyak di Musra.

“Nama figur Airlangga Hartarto berada di posisi pertama, ini cukup mengejutkan,” sambungnya.

Dengan fenomena politik yang ditunjukkan relawan Jokowi dalam Musra XVII, Efriza memandang ada kekuatan politik Pilpres 2024 yang coba dibangkitkan relawan Jokowi, mengingat nama Airlangga yang juga menjabat Menko Perekonomian selalu berada di papan terbawah survei.

“Musra ini juga menunjukkan ada realitas dan memberikan dorongan juga keyakinan bahwa KIB punya calon sendiri yang layak dari tiga partai yang tergabung di dalamnya,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya