Berita

Ilustrasi/net

Publika

Cemburu Suami Siri, Tikam Istri 19 Kali

RABU, 22 FEBRUARI 2023 | 17:17 WIB | OLEH: DJONO W OESMAN

TRAGEDI di losmen. Sulistyo (60) habis menusuk mati istrinya Fetty (38) ia keluar kamar, kaki belepotan darah. Disapa saksi: "Kenapa pak?" Dijawab: "Kena beling." Ditanya: "Kok bawa pisau?" Dijawab: "Ya, habis bunuh istri, di dalam."

Enteng banget jawaban Suslistyo. Kata saksi, "Kayak orang gak berdosa."

Tak ayal, saksi Kuswandi (42) tukang bangunan yang merenovasi losmen itu, memanggil teman-temannya, para tukang dan kuli bangunan di situ. Segerombolan, menyergap Sulistyo.


Kuswandi lalu memastikan pengakuan Sulistyo. Dengan lari menuju kamar bekas Sulistyo yang tidak terkunci. Benar. Tampak wanita telungkup di lantai, bermandi darah. Kuswandi:  "Langsung, saya teriak ke teman-teman. Tahan... bapak itu... Parah ini."

Sulistyo tidak melawan. Bahkan saat pisaunya dirampas para pekerja bangunan itu, ia diam saja. Ia bilang: "Saya memang mau menyerahkan diri ke polisi."

Lalu, Sulistyo hendak ngeloyor pergi. Kilahnya ke polisi. Tapi, eiiits... tak mungkin. Sebab, para tukang bangunan mencegahnya pergi. Meringkusnya. Sampai tim polisi datang, setelah ditelepon warga.

Kejadian pembunuhan itu di kamar lantai dua di penginapan wilayah Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, Senin, 20 Februari 2023 pukul 14.00 WIB. Lokasi tak jauh dari Taman Mini Indonesia Indah.

Kapolsek Makassar, Kompol Zaini Abdillah kepada pers, Selasa (21/2) mengatakan: "Benar. Tersangka diamankan warga dulu, lalu polisi. Untungnya di wilayah itu jarang mobil angkot lewat. Jadi, tersangka tertahan warga di situ."

Fetty tidak lagi dilarikan ke rumah sakit. Karena tim polisi pengolah TKP memastikan, Fetty sudah tewas. Ambulans polisi tiba, memasukkan jasad Fetty ke kantong mayat warna oranye. Dibawa ke Kamar Jenazah RS Polri Sukanto, Kramatjati, Jakarta Timur.

Mayat diautopsi. Hasilnya sangat parah.

Kompol Zaini: "Total ada 19 tusukan benda tajam. Di kaki, paha, perut, dada, punggung, leher. Tampaknya, sebelum dibunuh mulut korban disumpal kain. Ada barang bukti pisau, kain sumpal dan tali."

Sebenarnya, saat Fetty disumpal dan dihajar tikaman, masih berteriak. Kuswandi yang kerja, merenovasi plafon kamar lain di losmen itu, mengatakan: "Saya dengar suara perempuan: auw... auw... gitu. Saya berhenti kerja. Nunggu sekitar lima menit, eee... bapak itu (tersangka Sulistyo) keluar kamar."

Jenazah Fetty usai otopsi langsung dibawa keluarga yang mendatangi RS Polri Sukanto.

Apa motifnya? Kompol Zaini: "Hasil pemeriksaan sementara, tersangka adalah suami siri korban. Tersangka mengaku cemburu, karena korban selingkuh."

Tersangka Sulistyo tukang ojek pangkalan di Cimanggis, Depok. Tinggal sendiri di dekat situ juga. Sudah lama menduda.

Tahun 2017, Fetty langganan ojek Sulistyo. Fetty janda tanpa anak, tinggal di dekat situ juga. Kenalan, lalu mereka kawin siri. Orang usia segitu sudah main langsung, tak pakai pacaran.

Pengakuan Sulistyo ke polisi, belakangan Fetty sering selingkuh. Sulistyo cemburu. Tapi tak disebutkan, selingkuh dengan siapa. Sejak sebulan lalu mereka pisah rumah.

Kompol Zaini: "Tersangka sudah mengaku, ia sudah habis banyak (duit). Menafkahi korban. Sampai lima kali lebaran tak bisa mudik ke Sragen (Jateng) buat menafkahi korban. Ternyata korban selingkuh. Tersangka dendam."

Minggu, 19 Februari 2023 Sulistyo minta tolong teman wanita Fetty, untuk menyampaikan pesan ke Fetty, bahwa Sulistyo punya banyak uang, mengajak Fetty liburan ke losmen. Fetty mau. Berangkatlah mereka ke TKP pembunuhan.

Penyidik menyatakan, tersangka tidak menyesal membunuh. Malah puas. Pembunuhan itu sudah direncanakan sejak sepekan sebelumnya. Tersangka dikenakan Pasal 340 KUHP, pembunuhan berencana. Ancaman hukuman mati.

Selingkuh, cemburu, bunuh. Suatu rangkaian kriminal asmara yang sangat sering terjadi. Di seluruh dunia.

Prof David M. Buss dalam bukunya bertajuk: "The Dangerous Passion: Why Jealousy is as Necessary as Love and Sex" (1 Januari 2000) menyebutkan, cemburu adalah emosi paling merusak yang ada di otak manusia.

Prof Buss (69) guru besar psikologi evolusioner di University of Texas, Austin, Amerika Serikat. Ilmuwan psikologi di sana menganggap Buss sebagai pendiri teori psikologi evolusioner.

Buku itu hasil riset psikologi Buss di tujuh puluh negara di enam benua (tidak termasuk Indonesia) yang digabungkan dengan ilmu biologi dan antropologi. Cuma untuk melacak jejak, mengapa manusia pencemburu?

Dipaparkan, bahwa asal usul evolusi hasrat seksual manusia di zaman purba masih membentuk hasrat kita saat ini. Tidak berubah. Tetap, lebih banyak pria daripada wanita yang ingin berhubungan seks dengan banyak pasangan.

Bagi wanita bersuami, berselingkuh berharap akan hamil. Dan, penyebab kehamilannya tersamar, karena bersuami. Sebaliknya, wanita berhubungan seks dengan suami, tenang. Tidak perlu berharap hamil (budaya masyarakat Barat).

Karena, wanita berselingkuh pasti mengagumi pria selingkuhan, melebihi kekaguman pada suami. Itulah inti teori psikologi evolusi. Wanita selingkuh berharap mendapat keturunan dari gen yang lebih baik dibanding gen suami.

Teori Buss ini cenderung ke-hewan-hewan-an. Dikomparasi dengan laporan National Geographic, bahwa hanya burung jantan yang berkicau nyaring dan indah. Yang pada masyarakat tradisional, kicau burung dilombakan (Indonesia, Thailand, Vietnam) dan berhadiah.

Di habitatnya, burung jantan berkicau untuk memikat betina, berharap kawin. Atau istilah manusia: Pedekate. Maka, si jantan membuka pagi dengan berkicau nyerocos gacor. Semakin indah kicauan, semakin banyak betina mendekat. Gerombol. Siap dikawini si gacor.

Tapi jangan salah. Di alam liar, terjadi persaingan gacor-gacoran antarjantan. Terjadi perkelahian sengit. Duel maut. Demi kawin. Lha... karena tidak ada betina yang mau mendekat ke burung jantan kuthuk, pendiam, membisu. Buat apa?

Dalam perspektif betina, menurut riset National Geographic, betina mau dikawini si gacor dengan harapan agar anak-anak mereka menurun bakat bapaknya. Suara anak kelak bakal cempling (sebab, 'kan masih piyik). Mirip teori Buss: Motif memperbaiki keturunan.

Dari perselingkuhan itulah muncul kecemburuan. Tepatnya, Buss menyatakan, cemburu adalah sinyal dari perselingkuhan pasangan. Contoh, suami yang cemburu, berarti ia menangkap sinyal perselingkuhan istrinya. Kecuali pada pria posesif, cemburu buta. Tidak melihat sinyal apa-apa (buta) tahu-tahu cemburu.

Berarti, cemburu dan selingkuh, merujuk teori Buss, adalah bawaan manusia purba hingga kini. Bahkan pada burung. Di urusan ini, manusia belum modern. Walau sudah ada tanda-tanda gerakan wanita ogah nikah di China. Atau, pria punya simpanan robot cewek di Jepang. Tapi, akankah hidup terasa sepi?

Di kasus Sulistyo, ia mengaku ke polisi: "Sudah habis banyak." Untuk ukuran tukang ojek pangkalan. Mungkin maksudnya, Sulistyo sudah berusaha habis-habisan cari duit buat menafkahi Fetty. Sampai dibela-belain tidak mudik lima kali lebaran (dipotong dua kali akibat Covid-19, ya...) cuma untuk dirimu (wahai Fetty).

Merujuk NatGeo, Sulistyo sudah berusaha gacor. Mati-matian. Dan, Fetty sudah dalam pelukan Sulistyo. Lima tahun.

Sayangnya, di alam liar pastinya banyak burung gacor. Pamer kegacorannya. Dari situ mungkin Fetty tertarik salah satunya. Berharap punya anak yang cempling.

Penulis adalah Wartawan Senior

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya