Berita

Musim dingin kering di Italia/Net

Dunia

Italia Bersiap Hadapi Kekeringan Lain Setelah Musim Dingin

SELASA, 21 FEBRUARI 2023 | 07:51 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Cuaca musim dingin yang kering selama berminggu-minggu telah menimbulkan kekhawatiran bahwa Italia dapat menghadapi kekeringan lain setelah keadaan darurat musim panas lalu.

Para ilmuwan dan kelompok lingkungan pada Senin (20/2) melaporkan bahwa pegunungan Alpen saat ini menerima kurang dari setengah dari hujan salju normal.

Sungai terpanjang Italia, Po, yang mengalir dari Pegunungan Alpen di barat laut ke Laut Adriatik, dilaporkan memiliki air 60 persen lebih sedikit dari biasanya awal tahun ini.


Mengutip pemberitaan Reuters, Italia sempat mengumumkan keadaan darurat selama musim panas Juli tahun lalu di sekitar sungai Po, yang menyumbang sekitar sepertiga dari produksi pertanian negara itu, karena mengalami kekeringan terburuk sejak 70 tahun.

Pakar iklim dari lembaga penelitian ilmiah Italia CNR, Massimiliano Pasqui, mengatakan kekeringan telah terjadi di Italia sejak musim dingin 2020-2021.

Menurutnya, untuk bisa mengembalikan sungai dalam kondisi normal, diperlukan curah selama 50 hari.

Selain Sungai Po, Danau Garda di Italia utara juga telah turun ke rekor terendah, hingga bisa dilewati dengan jalur terbuka menuju pulau kecil San Biagio.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya