Berita

Polisi di lokasi kejadian setelah 18 orang ditemukan tewas di Bulgaria di sebuah truk yang ditinggalkan di dekat ibu kota Sofia/Net

Global

18 Imigran Ditemukan Tewas Dalam Truk di Bulgaria

SABTU, 18 FEBRUARI 2023 | 08:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sedikitnya 18 orang yang diduga sebagai imigran ditemukan tewas di Bulgaria dalam sebuah truk yang ditinggalkan di dekat ibu kota Sofia.

Informasi itu disampaikan Kementerian Dalam Negeri Bulgaria pada Jumat (17/2) waktu setempat.

“Menurut informasi awal, truk tersebut mengangkut migran ilegal, total sekitar 40 orang, yang bersembunyi di bawah kayu yang diangkut,” kata Kementerian, seperti dikutip dari The National.


Tiga puluh empat migran, termasuk lima anak, dilarikan ke rumah sakit di Sofia.

Pusat darurat kesehatan Bulgaria mengatakan kepada kantor berita BTA bahwa delapan orang di antara mereka yang dibawa ke rumah sakit dalam kondisi serius.

"Polisi berusaha untuk mengidentifikasi pengemudi truk, yang telah melarikan diri," kata pernyataan itu.

"Ada kekurangan oksigen bagi mereka yang dikunci di truk ini. Mereka kedinginan, basah, belum makan selama beberapa hari," Menteri Kesehatan Asen Medzhidiev.

Bulgaria, yang berfungsi sebagai pintu gerbang ke wilayah Eropa, telah berusaha memperketat keamanan untuk menghentikan peningkatan jumlah orang yang ingin melintasi perbatasan. Negara ini menghadapi gelombang masuk dalam beberapa bulan terakhir yang tidak terlihat sejak krisis migrasi 2015.

Dalam upaya membendung arus, Bulgaria telah meningkatkan kontrol dengan pagar kawat berduri sepanjang 234 kilometer yang menutupi hampir seluruh perbatasan dengan Turki.

Austria dan Belanda telah memblokir tawaran Sofia untuk bergabung dengan zona bebas perbatasan Schengen.

Laporan terbaru menyebutkan, polisi berhasil menangkap empat orang yang dianggap bertanggung jawab karena perdagangan manusia.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya