Berita

Wakil Perdana Menteri Australia Richard Marles/Net

Dunia

Australia Jamin Tidak Ada Balon Mata-mata di Wilayahnya

JUMAT, 17 FEBRUARI 2023 | 15:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Australia memastikan wilayah udaranya sejauh ini aman dari gangguan balon mata-mata.

Wakil Perdana Menteri Australia Richard Marles mengatakan negaranya mampu menangani balon mata-mata apa pun yang memasuki wilayahnya. Namun, sejauh ini dia mengatakan belum harus melakukan apa pun.

Pengungkapan bahwa balon mata-mata yang baru-baru ini ditembak jatuh di Amerika Utara kemungkinan besar tidak terkait dengan pemerintah China, tetapi telah meninggalkan misteri.


"Ini merupakan ketertarikan yang aneh dengan apa yang disebut sebagai 'balon mata-mata' sebulan terakhir," kata Marles, seperti dikutip dari 9News, Jumat (16/2).

"Tapi jelas ada sisi serius dari ini," katanya.

Marles melanjutkan dengan mengatakan bahwa pemerintah telah diberi tahu bahwa tidak ada perangkat pengawasan seperti itu yang teridentifikasi di Australia.

"Kami memiliki kapasitas untuk melacak balon semacam itu, dan kami memiliki kapasitas untuk menghadapinya," katanya.

Sementara itu pemimpin oposisi Peter Dutton mengatakan bahkan jika perangkat itu tidak terhubung ke Beijing, mereka masih bisa menimbulkan risiko mengambang tak terbatas di wilayah udara AS - termasuk dalam kasus potensi tabrakan dengan pesawat terbang.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya