Berita

Ketua KPU RI Hasyim Asyari di Kantor KPU Pusat, Jalan Imam Bonjol Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/2)Repro

Politik

Luncurkan Kirab Setahun Menuju Coblosan Pemilu 2024, Ketua KPU Buat 4 Komitmen

SELASA, 14 FEBRUARI 2023 | 20:59 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Waktu pencoblosan Pemilu serentak 2024 sudah tinggal setahun lagi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuat satu acara berjudul Kirab Pemilu 2024 yang di dalamnya juga membuat komitmen penyelenggara Pemilu.

Ketua KPU RI, Hasyim Asyari mengatakan, peluncuran Kirab Pemilu 2024 dimaksudkan untuk mempersiapkan diri menghadapi hari H pencoblosan yang jatuh pada 14 Februari 2024.

"Peluncuran kirab dari 7 titik di seluruh penjuru Indonesia nanti secara estafet dari kabupaten/kota titik dimulainya kirab itu, estafet sambung menyambung dan nantinya bulan November akan sampai di ibukota di kantor KPU Pusat," ujar Hasyim di Kantor KPU Pusat, Jalan Imam Bonjol Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/2).


Hasyim menjelaskan, kirab ini menjadi simbol bahwa pemilu tidak hanya terjadi di tingkat pusat tapi justru dimulai dan dlaksanakan di daerah.

"Semua anggota DPR, calon-calon yang akan berkompetisi itu, pemilih konsituen suara berasal dari daerah. Saya kira ini penting sebagai simbolis," katanya.

Kirab Pemilu 2024 ini, disebutkan Hasyim, adalah "Pemilu sebagai sarana integrasi bangsa". Maka dari itu, KPU membuat 4 komitmen penyelenggara pemilu untuk suksesi Pemilu serentak 2024.

Komitmen yang dibacakan Hasyim Asyari tersebut di antaranya sebagai berikut:

Kami penyelenggara pemilu, dan seluruh pemangku kepentingan pemilu menyatakan komitmen untuk:

1. Mewuudkan Pemilu 2024 sebagai sarana integrasi bangsa;

2. Melaksanam Pemilu 2024 secara langsung, umum, bebas, adil, jujur dan adil;

3. Melaksanan Pemilu 2024 yang berintegritas, bertanggung jawab terhadap proses dan hasil; dan

4. Mewujudkan Pemilu 2024 untuk kesejahteraan umum dan mencerdaskan bangsa.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya