Berita

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Demokrat, Rachland Nashidik/Net

Politik

Ulas Perjalanan Sandiaga di 2019, Rachland Nashidik: Siapa yang Khianati Prabowo?

SABTU, 11 FEBRUARI 2023 | 11:33 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Isu keberadaan pengkhianat di lingkaran Prabowo Subianto kembali menyeruak mengisi ruang diskusi publik. Isu ini makin menghangat setelah Prabowo berulangkali menyinggung sosok pembohong dan pengkhianat saat berpidato di HUT ke-15 Gerindra pada Senin (6/2) silam.

"Siapa khianati Prabowo?" kata Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Demokrat, Rachland Nashidik dikutip dari akun Twitternya, Sabtu (11/2).

Pandangan Rachland, sosok pengkhianat tersebut masih samar. Apalagi jika dikaitkan dengan mantan calon wakil presiden pendamping Prabowo di Pilpres 2019, Sandiaga Uno yang kini disorot setelah berbicara soal perjanjian politik antara dirinya, Prabowo, dan Anies Baswedan.

"Sandiaga Uno pasti jauh dari label itu (pengkhianat). Bagaimanapun, ia berada di sebelah Pak Prabowo pada Pilpres 2019," lanjut Rachland.

Politisi Demokrat ini turut menjadi saksi dalam perjalanan Pemilu 2019, dari mulai pembahasan kandidat capres-cawapres hingga menghasilkan pasangan Prabowo-Sandiaga di 2019, yang juga akhirnya didukung Demokrat.

"Saya punya pengalaman dengan Sandiaga menuju Pilpres 2019, saat partai-partai sedang aktif mencari kawan koalisi," sambungnya.

Rachland mengaku sempat hadir dalam pertemuan tertutup bersama pihak-pihak yang mengaku mewakili Sandiaga di sebuah hotel di Jakarta Selatan beberapa bulan menuju pendaftaran capres-cawapres 2019. Perkiraan Rachland, saat itu tahun 2018.

Dalam pertemuan tersebut, isu penting yang disampaikan adalah niat dan upaya Sandiaga menjadi calon presiden dari Partai Gerindra. Informasi tersebut cukup mengagetkan, lantaran Gerindra kerap menggaungkan Prabowo sebagai capres.

Melihat dinamika tersebut, Rachland dan Demokrat tidak mau ikut campur dalam gejolak internal Gerindra sebagai bentuk penghormatan kedaulatan partai lain.

"Lagipula, Sandiaga mau dongkel Prabowo? Wow. Kalau pun benar, purnawirawan Letnan Jenderal TNI Prabowo pasti tak akan tinggal diam," jelas Rachland menceritakan.

Rachland lantas menceritakan pertemuan lanjutan, setidaknya sekitar dua bulan setelah pertemuan pertama. Di pertemuan ini, ada Sandiaga yang datang sendirian dalam balutan acara makan malam.

Demokrat sendiri saat itu siap bekerja sama dengan Partai Gerindra selagi sudah ada keputusan resmi tentang mandat untuk Pilpres 2019. Jika belum ada keputusan resmi, maka Demokrat akan pasif.

"Kita tahu apa yang kemudian terjadi. Partai Gerindra mengusung Prabowo calon presiden. Adapun Sandiaga: ia jadi Calon Wakil Presiden. Kok bisa? Padahal, mereka berdua kader dari partai yang sama. Kenapa partai anggota koalisi rela lepas haknya? Cuma Sandiaga yang tahu resepnya," sambung Rachland.

Populer

Ganjar Komplain Paslon Nomor Urut 1, Anies: Kompetitor Dilarang Protes

Senin, 20 November 2023 | 00:42

Proyek Rp2,7 Triliun di Sumut Amburadul, Gapensi Akan Seret Semua yang Terlibat ke Jalur Hukum

Minggu, 26 November 2023 | 06:44

Kasus Manipulasi RUPS Bank Sumselbabel Temui Titik Terang, Bareskrim akan Periksa Herman Deru

Jumat, 24 November 2023 | 00:19

Pj Gubernur Sulsel Diduga Buat Acara Mendadak untuk Hindari Massa Kumpul saat Ada Gibran

Minggu, 26 November 2023 | 20:37

Beredar Susunan Reshuffle Kabinet, Ada Nama AHY Hingga Dudung Kepala BIN

Rabu, 22 November 2023 | 16:03

Jika Ketegangan Mega-Jokowi Bukan Rekayasa, Prabowo-Gibran Tersingkir di Putaran Pertama

Minggu, 26 November 2023 | 16:42

Tinggalkan Nasdem, Mantan Gubernur Syahrial Oesman Perkuat TKD Prabowo-Gibran Sumsel

Minggu, 26 November 2023 | 06:22

UPDATE

Belum Capai 50 Persen, Logistik Pemilu Luar Negeri Dikebut KPU hingga Desember

Kamis, 30 November 2023 | 12:58

Perjalanan Politik Berliku, Cak Imin: Ibarat Batu, Digosok Makin Berkilau

Kamis, 30 November 2023 | 12:49

Naik 178 Persen dari Target APBN 2023, Sektor Minerba Setor Rp 152 Triliun ke Negara

Kamis, 30 November 2023 | 12:47

Sri Mulyani Janji Insentif Dunia Usaha Dilanjutkan Hingga 2024

Kamis, 30 November 2023 | 12:42

Gara-Gara Ukir Kalimat "No to War" di Pintu, Seorang Pria Rusia Dipenjara

Kamis, 30 November 2023 | 12:41

Hanya 20 Akun Medsos Resmi yang Boleh Kampanye, Bawaslu Antisipasi Akun Liar

Kamis, 30 November 2023 | 12:36

Diundang PWI Dialog Capres, Ganjar Paling Cepat Merespons

Kamis, 30 November 2023 | 12:30

Hotel Indonesia Raup Laba Rp 9,8 Miliar

Kamis, 30 November 2023 | 12:09

Plh Dirjen Bina Pemdes Hadiri Deklarasi Kampanye Pemilu Damai 2024

Kamis, 30 November 2023 | 11:53

Ganjar: Pemilih Pemula Lebih Tertarik Gimik Politik

Kamis, 30 November 2023 | 11:51

Selengkapnya