Berita

Pakar pencarian dan penyelamatan Australia mempersiapkan peralatan di pangkalan RAAF Richmond di NSW menjelang keberangkatan ke Turki pada Jumat, 10 Februari 2023/Net

Dunia

Bantu Evakuasi Korban Gempa Turki, Australia Terbangkan 72 Tenaga Pencarian

JUMAT, 10 FEBRUARI 2023 | 07:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Australia akan mengirimkan tim dan pakar pencarian untuk membantu proses evakuasi korban bencana gempa bumi Turki sebagai sebagai bagian dari upaya bantuan internasional raksasa.

9News melaporkan, tim yang terdiri dari 72 personel dan 22 ton peralatan termasuk persediaan P3K, peralatan, kamera, dan peralatan pendengar bawah tanah akan berangkat pada Jumat (10/2).

Mereka dijadwalkan terbang dari pangkalan RAAF Richmond di New South Wales pada pukul 9 pagi waktu setempat.


Selain itu, Pemerintah Negara Bagian New South Wales juga telah mengonfirmasi akan memberikan tambahan bantuan sebesar 1 juta dolar Australia untuk misi pencarian dan penyelamatan ini.

Pemerintah federal mengkonfirmasi pada Kamis (9/2) bahwa ada warga Australia yang tewas dalam gempa tersebut. 

Can Pahali, yang tinggal di Glebe di Sydney, sedang berlibur di provinsi Hatay ketika dua gempa melanda wilayah itu pada Senin (6/2). Seorang kerabat yang terbang melintasi Jerman menemukan tubuh Pahali di antara puing-puing dan mengambilnya.

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan mengatakan tiga warga Australia lainnya masih belum ditemukan.

Hingga saat ini korban gempa Turki dan Suriah tercatat sudah mencapai lebih dari 20.000 jiwa.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Wall Street Menguat Terdorong Perkembangan Konflik Iran-AS

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:18

Dolar AS Terkoreksi, Indeks DXY Turun ke 99,10

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:07

Warga AS dari Zona Ebola Dievakuasi ke Eropa

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:50

Di DK PBB, Indonesia Kutuk Serangan RS Gaza dan Penahanan 9 WNI

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:38

RUPST Solid 89,53 Persen, AGRO Resmi Jalankan Peta Besar 2030

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:32

Logam Mulia Global Bangkit, Emas Spot Melesat 1,1 Persen

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:14

STOXX dan DAX Terbang, Investor Borong Saham Bank dan Semikonduktor

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:00

Mahalnya Harga Sebuah Kepercayaan Pasar

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:41

Prabowo Minta Pimpinan Bea Cukai Diganti Bukan Teguran Biasa

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:17

Mengungkap Investor Kabur Bikin Rupiah Anjlok

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:09

Selengkapnya