Berita

Balon mata-mata China di atas langit Amerika/Net

Dunia

Bukan Hanya AS, Balon Mata-mata China Juga Targetkan India Sampai Filipina

RABU, 08 FEBRUARI 2023 | 19:35 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Di tengah ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China atas insiden balon mata-mata, muncul laporan terbaru bahwa Beijing menargetkan negara lain.

Laporan itu didasarkan pada wawancara The Washington Post dengan beberapa pejabat pertahanan dan intelijen secara anonim.

Menurut laporan tersebut, balon mata-mata China telah terlihat di lima benua yang berbeda sebagai upaya Beijing untuk mengumpulkan informasi tentang negara lain.


“Balon mata-mata telah mengumpulkan informasi tentang aset militer di negara-negara dan wilayah kepentingan strategis yang menarik bagi China, termasuk Jepang, India, Vietnam, Taiwan, dan Filipina, " kata The Washington Post.

Pada Sabtu (4/2), AS mengerahkan jet tempur F-22 Raptor untuk menembak jatuh balon mata-mata di atas perairan Carolina Selatan. Itu terjadi sepekan setelah balon tersebut pertama kali ditemukan dan terbang di atas situs militer AS.

China membantah balon tersebut sebagai balon mata-mata dan berdalih itu sebagai balon observasi udara yang tersesat. Beijing juga mengecam langkah AS yang menembak jatuh balon tersebut dan menyebut reaksi Washington berlebihan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya