Berita

Dunia

Jurnalis Spanyol: Teori Ancaman China adalah Tipuan Sistematis Amerika Serikat

SENIN, 06 FEBRUARI 2023 | 06:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Stigma yang diembuskan Barat bahwa China adalah ancaman, menjadi topik utama yang diangkat jurnalis Spanyol Javier Garcia dalam buku terbarunya China, Threat or Hope. The Reality of a Pragmatic Revolution.

Saat mengupas bukunya dalam sebuah wawancara bersama Xinhua, Garcia memaparkan bahwa China tidak berniat memaksakan visinya pada orang lain dan siap untuk hidup dengan semua negara di dunia multipolar, dunia yang lebih damai, lebih adil dan lebih baik.

"Media arus utama, pemerintah, dan beberapa politisi,  mengintimidasi kami setiap hari bahwa kebangkitan China merupakan ancaman bagi seluruh dunia dan khususnya Barat," kata Garcia dalam bukunya.


Mantan delegasi EFE, kantor berita terkemuka di Spanyol yang bertugas di Timur Tengah, Venezuela, Jerman, dan China itu mengatakan bahwa dugaan teori 'Ancaman China' tidak lebih dari tipuan sistematis AS untuk menahan kebangkitan China, yang bagi Washington berarti tantangan besar bagi hegemoninya.

AS menolak menerima bahwa hari-harinya untuk mempertahankan dominasi hegemonik dunia tinggal menghitung hari.  

Washington, katanya, telah meluncurkan perang hibrida seperti gurita dengan banyak tentakel di sektor ekonomi, komersial, teknologi, ilmiah, politik, kesehatan dan media, dikombinasikan dengan operasi intelijen dan spionase, kampanye destabilisasi di wilayah seperti sebagai Xinjiang, dukungan untuk separatisme di Hong Kong atau Taiwan, dan intimidasi militer di sepanjang pantai China.

Di antara berbagai medan pertempuran, Garcia mengatakan dia sangat akrab dengan kampanye kotor melawan China yang didalangi oleh media Barat yang menetapkan agenda dan nada tentang China sehingga pers Barat lainnya mengikuti mereka.

Keberadaannya selama empat tahun di China dimanfaatkan Garcia untuk mengamati negara itu dari dekat. Dengan pendekatan independen, dia mengatakan telah menemukan China asli yang sama sekali berbeda dari yang dijelaskan oleh media Barat.

"Yang benar adalah bahwa China mengejutkan saya. Ini adalah negara yang sangat berbeda, sangat beragam, sangat berkembang dalam hal-hal tertentu. Ini adalah negara yang menarik dan memiliki banyak hal yang tidak diharapkan seperti apa kehidupan di negara ini," katanya.

"Saya mencoba untuk tiba di negara itu membebaskan diri saya dari semua prasangka dan dengan pikiran yang paling terbuka," lanjutnya.

Setelah mengajukan pengunduran dirinya, Garcia mulai menulis buku tentang China yang otentik, karena menurutnya, banyak hal tentang China yang tidak diketahui, dan beberapa isu kunci, yang sangat penting bagi dunia, juga tidak diketahui karena pembaca tidak diberitahu.

Ia berkeliling ke berbagai daerah, provinsi, dan kota di China, seperti Xinjiang dan Shenzhen, untuk melihat secara langsung topik yang membuat penasaran.

Mengenai dugaan genosida di Xinjiang, Garcia mengatakan tuduhan semacam itu semata-mata berdasarkan data yang dikumpulkan dari Internet dan tidak berdasarkan situasi nyata atau kerja lapangan.

“Di Xinjiang, budaya Uighur dihormati. Bahasa Uighur diajarkan di sekolah-sekolah dan digunakan di media lokal. Populasi Uighur telah tumbuh sebesar 16 persen dalam sepuluh tahun terakhir, tiga kali lebih banyak dari pertumbuhan populasi nasional,” ujar Garcia.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Miris! Hafalan Al-Qur’an Jadi Bahan Permainan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:11

OJK Dukung Pemprov DKI Terbitkan Obligasi Daerah

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:00

Jangan Main Hakim Sendiri terkait Kasus Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:48

Dua ASN Ditjen Pajak Jadi Tersangka Korupsi PT TPL

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:23

Tak Ditemukan Luka Luar di Jenazah Sutrimo

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:06

Pemprov DKI Pastikan Miliki Kapasitas Keuangan Terbitkan Obligasi

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:26

Walkot Jakut Imbau Masyarakat Tetap Tenang soal Kasus Promosi Miras di Ancol

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:19

Kemendag Perluas Akses Pasar Produk UMKM dengan Libatkan Ritel Modern

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02

Furikake dan Tantangan Pangan Bergizi: Jangan Berhenti pada Produknya

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:51

Utang Pemerintah Tembus Rp10.000 Triliun

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:41

Selengkapnya