Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Ratusan Warga Afghanistan Bertaruh Nyawa untuk Bisa Mencapai AS dan Meminta Perlindungan

KAMIS, 02 FEBRUARI 2023 | 10:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jumlah warga Afghanistan yang melintasi perbatasan Meksiko untuk mencari suaka di AS mengalami lonjakan, setahun setelah AS menarik pasukannya dari Kabul.

Segala cara ditempuh mereka untuk melarikan diri dari kekuasaan Taliban. Mereka menggunakan visa kemanusiaan untuk Brasil, salah satu dari sedikit rute keluar yang tersisa bagi warga Afghanistan. Selanjutnya, mereka menempuh perjalanan darat yang berbahaya dan nekat memanjat tembok perbatasan untuk bisa menginjak tanah AS.

Reuters melaporkan pada Rabu (1/2), bahwa agen perbatasan AS menangkap 2.132 warga Afghanistan pada tahun lalu – hampir 30 kali lipat dari tahun sebelumnya. Setengah dari jumlah itu tiba pada bulan November dan Desember 2022.


Sekitar 4.000 warga Afghanistan telah memasuki Brasil dengan visa kemanusiaan sejak program itu dimulai pada September 2021, kata Departemen Luar Negeri AS, dengan peningkatan yang signifikan pada bulan-bulan terakhir tahun 2022.

Warga Afghanistan itu mengaku tidak bisa memulai hidup baru di Brasil dan memutuskan pergi ke utara melalui darat, bertaruh hidup di sepajang perjalanan yang berbahaya untuk bisa mencapai AS.

Anne Richard, mantan Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Kependudukan, Pengungsi, dan Migrasi dari 2012 hingga 2017 mengatakan orang-orang itu ingin keluar dari Afghanustan, lalu ke Brasil, lalu rela menempuh perjalanan yang sulit yang belum tentu bisa ditempuh untuk mencapai AS.

Beberapa pejabat mengatakan meningkatnya jumlah warga Afghanistan yang mencoba rute tersebut mencerminkan kegagalan baik untuk mengatasi krisis kemanusiaan di dalam Afghanistan maupun untuk memberikan dukungan yang memadai bagi mereka yang pergi.

Banyak yang mengeluhkan AS begitu lambat memproses visa. AS bersama dengan  Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) harus berbuat lebih banyak untuk membantu pengungsi Afghanistan.

Departemen Luar Negeri telah merespon dengan mengatakan bahwa mereka telah mencoba mempercepat pemrosesan visa untuk warga Afghanistan yang pemberani selama dua dekade terakhir. Departmen juga  telah menawarkan dukungan kepada pemerintah untuk menghindari "migrasi yang tidak teratur". 

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya