Berita

Aktivis kolaborasi warga Jakarta, Andi Sinulingga/Net

Politik

Andi Sinulingga Membuktikan, Sodetan Ciliwung Proyek Sejak Era SBY yang Gagal Dieksekusi Jokowi dan Ahok

MINGGU, 29 JANUARI 2023 | 07:55 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pujian Presiden Joko Widodo kepada Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono karena dianggap mampu melanjutkan proyek sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) masih menuai polemik di masyarakat.

Teranyar, beredar video Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat berbicara tentang proyek sodetan tersebut. Disaksikan oleh Jokowi yang kala itu menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta,  SBY menjelaskan alasan sodetan Ciliwung harus dibuat.

SBY juga mengurai akan menggelontorkan dana sekitar Rp 500 miliar dan menargetkan proyek selesai pada pertengahan 2014. Ini karena sodetan Ciliwung adalah prioritas pemerintah.


Video yang beredar ini lantas dikicau ulang oleh aktivis Kolaborasi Warga Jakarta, Andi Sinulingga. Tujuannya, untuk menjelaskan bahwa sodetan Ciliwung itu bukan proyek pemerintah provinsi DKI Jakarta.

“Sodetan Ciliwung itu memang proyeknya pemerintah pusat sejak era SBY,” tegasnya lewat akun Twitter pribadi, Sabtu (28/1).

Andi mengurai bahwa proyek yang bertujuan untuk meminimalisir banjir ibukota itu gagal dieksekusi dengan baik di era Joko Widodo, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dan Djarot Saiful Hidayat. Ketiganya gagal dalam membebaskan lahan warga yang terdampak. Baru di era Anies Baswedan, proyek bisa kembali dijalankan.

“Bahkan ahok ribut dengan warga sampai ke pengadilan. Anies Gubernur, sengketa masa ahok di-stop, dan mulai lagi bicara baik-baik dengan warga,” urainya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya