Berita

Sekretaris Jenderal DPP PBB, Afriyansyah Moor/Net

Politik

Tidak Ingin Uang Mendominasi Pemilu, PBB Sejalan PDIP Dukung Proporsional Tertutup

JUMAT, 27 JANUARI 2023 | 18:26 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Dukungan agar pemilu digelar dengan sistem proporsional tertutup turut disampaikan Partai Bulan Bintang (PBB). Alasannya, karena demokrasi tidak berjalan baik dengan sistem yang sekarang.

Sekretaris Jenderal DPP PBB, Afriyansyah Moor menjelaskan bahwa sistem proporsional terbuka yang telah dilakukan pada 2009 hingga 2019 perlu direvisi. Sebab, kekuatan uang dan oligarki terlalu mendominasi jalannya pemilu. Sehingga proses demokrasi tidak sesuai yang diharapkan.

“Kami PBB sangat berat (menghadapi dominasi oligarki dan uang) dan mau kembali ke proporsional tertutup,” ujarnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu.


Selain itu, PBB sejalan dengan PDIP dalam mendukung sistem proporsional tertutup karena proporsional terbuka membuat calon legislatif menjadi tidak terarah. Masing-masing berlomba untuk memenangkan diri sendiri. Sementara program partai terkada terabaikan.

“Kami bukan partai besar dan berkuasa. Tapi justru dengan terbuka PBB merasakan bahwa kekuatan individu dominan, sehingga di lapangan antarsesama partai caleg dapil sama pun terjadi benturan-benturan,” ujarnya.

“Maka, PBB ingin sistem terbuka direvisi dan evaluasi,” demikian kata wamenaker RI itu, yang turut mengunggah foto bendera PBB berdampingan dengan PDIP lengkap dengan tulisan 'Koalisi 313 Merah Hijau: 2024 Sistem Pemilu Proporsional Tertutup'.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya