Berita

Penjabat wakil perdana menteri untuk urusan ekonomi, Abdul Ghani Baradar dan Dubes China untuk Afghanistan, Wang Yu/Net

Global

Ahli : Kesepakatan Ekstraksi Minyak Taliban, Bukti China Tak akan Lepaskan Afghanistan

SELASA, 17 JANUARI 2023 | 14:01 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kesepakatan yang diambil China dan Taliban awal bulan ini untuk mengolah minyak di cekungan Amu Darya Afghanistan utara, menjadi peringatan besar bagi Barat.

China tampaknya tidak akan melepas negera muslim yang kaya sumber daya itu, meskipun memperoleh ancaman dan serangan dari para pemberontak.

Peneliti di Dewan Kebijakan Luar Negeri Amerika di Washington, Kyle Sajoyan menulis bahwa perjanjian ekstraksi minyak dengan Taliban pada 5 Januari lalu merupakan bukti pengembangan pengaruh China di Afghanistan.


"Perjanjian itu merupakan investasi energi terbesar pertama Taliban sejak pengambilalihannya tahun 2021. Ini juga mewakili kepentingan strategis China yang berkembang di Imarah Islam,” jelasnya dalam publikasi 19fortyfive pada Senin (16/1).

Kyle menyebut, kesepakatan minyak muncul di tengah meningkatnya kekerasan terhadap warga negara China di Afghanistan.

Terlepas dari itu, menurutnya Beijing sepertinya tidak akan pergi dan meninggalkan misi mereka di sana.

"China tidak menunjukkan tanda-tanda akan menghentikan proyek imperium globalnya di dunia Muslim," tegasnya.

Kebijakan China di Afghanistan, justru dinilai Kyle akan membahayakan kepentingan pribadi Barat, terlebih usai kekalahan mereka melawan bangkitnya kekuasaan Taliban.

"Kesepakatan baru-baru ini merupakan awal dari kerja sama ekonomi dan keamanan yang lebih erat antara Kabul dan Beijing, sebuah kemitraan yang akan membahayakan kepentingan pribadi Washington," ungkap Kyle.

Penandatanganan kesepakatan ekstraksi minyak dilakukan di hadapan utusan China untuk Afghanistan Wang Yu, dan pejabat tinggi Taliban lainnya, termasuk Abdul Ghani Baradar, penjabat wakil perdana menteri untuk urusan ekonomi.

Kerjasama itu memungkinkan Taliban memegang saham mulai dari 20 persen dan secara betahap naik menjadi 75 persen sesuai peningkatan hasil.

Taliban berharap kesepakatan tersebut dapat menciptakan 3 ribu lapangan pekerja baru bagi warganya.

Sejak mengambil alih Afghanistan pada Agustus 2021, investasi asing di negara itu hampir tidak ada.

Oleh sebab itu, Taliban mati-matian mengetuk setiap pintu untuk menarik investasi asing ke Afghanistan.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya