Berita

Paxlovid/Net

Dunia

Hadapi Lonjakan Covid, China Cari Obat Generik Paxlovid ke India

RABU, 11 JANUARI 2023 | 13:04 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Di tengah kasus lonjakan Covid-19 yang meningkat di China, obat generik Paxlovid Pfizer yang dibuat di India menghadapi permintaan dalam jumlah besar dari Beijing.

Paxlovid merupakan obat Covid-19 buatan perusahaan farmasi asal Amerika, Pfizer. Namun India mendapatkan izin untuk memproduksinya.

Dimuat Bussiness Insider pada Senin (9/1), Paxlovid merupakan satu-satunya obat Covid-19 asing yang disetujui oleh regulator China.


Menurut China News Service, Beijing saat ini tengah mempersiapkan distribusi obat tersebut dengan memberikan pelatihan kepada seluruh tim kesehatan, dokter komunitas, yang akan turut membagikan obat dan mensosialisasikan informasi tentang cara penggunaannya kepada publik.

Akan tetapi, sejauh ini pemerintah China masih kesulitan dalam mendapatkan obat Paxlovid asal India ini.

"Kami telah menerima pemberitahuan dari pejabat tetapi tidak jelas kapan obat itu akan tiba," kata seorang pekerja di pusat kesehatan masyarakat setempat di distrik Xicheng, Beijing.

Atas permintaan obat generik yang tinggi ini membuat permintaan varian lain dari obat asal India juga telah mengalami peningkatan.

Di platform e-commerce China setidaknya empat obat generik Covid yang diproduksi di India, yaitu Primovir, Paxista, Molnunat, dan Molnatris. Keempatnya telah terdaftar untuk dijual dalam beberapa pekan terakhir.

Primovir dan Paxista, keduanya adalah versi generik dari Paxlovid, sementara dua lainnya adalah versi generik dari Molnipiravir.

Sementara para spesialis sendiri turut memperingatkan otortias China tentang keraguannya atas efektivitas dari banyaknya variasi obat tersebut yang kini membanjiri pasar.

Pencabutan kebijakan Zero Covid telah meningkatkan kasus Covid-19 di China. Baru-baru ini antrean panjang telah menjadi hal yang biasa yang terlihat di luar klinik maupun di bangsal rumah sakit di Beijing, dan di tempat-tempat lain, karena banyaknya pasien yang melonjak.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya