Berita

Menteri Kesehatan Australia Mark Butler/Net

Dunia

Mulai 5 Januari Australia Wajibkan Pendatang China Dites Negatif Covid-19

SENIN, 02 JANUARI 2023 | 09:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Langkah pembatasan untuk kedatangan pelancong asal China yang diberlakukan sejumlah negara atas kekhawatiran virus corona diikuti oleh Australia, di mana mereka yang masuk harus melakukan tes negatif terlebih dahulu.

Sydney Morning Herald melaporkan, lewat aturan terbaru yang akan berlaku 5 Januari mendatang, para pendatang asal China harus mengembalikan tes Covid-19 negatif 48 jam sebelum mendarat.

Itu terjadi di tengah ketidakpastian global seputar angka kasus resmi Covid-19 Beijing.


Menteri Kesehatan Mark Butler mengatakan tampaknya jumlah kasus di China meningkat sangat cepat dan ada kekhawatiran tentang kemungkinan munculnya varian baru.

"Secara khusus, Organisasi Kesehatan Dunia telah menunjukkan kurangnya pemahaman global yang jelas tentang pengurutan genom kasus di China," katanya.

Masuknya pendatang dari China kemungkinan akan terjadi mengingat universitas di Australia akan memulai kembali kelas pada awal 2023.

Sejauh ini masih belum pasti apakah tes PCR atau antigen cepat negatif akan diperlukan untuk kedatangan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya