Berita

Direktur Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an/RMOL

Politik

Jika Prabowo Tidak Segera Cawapreskan Cak Imin, Peluang PKB Berlabuh Koalisi Perubahan Makin Besar

KAMIS, 29 DESEMBER 2022 | 13:52 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Langkah nyata dalam membentuk koalisi untuk menghadapi Pemilu Serentak 2024 disarankan segera direalisasikan oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto bersama dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar.

Saran tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif'an dalam hal menanggapi wacana stagnasi dinamika pembentukan Koalisi Gerindra-PKB. Dengan merealisasikan koalisi itu, kemunculan usulan agar parpol yang dipimpin pria yang karib disapa Cak Imin merapat ke barisan Koalisi Perubahan tidak terjadi.

"Karena itu, harusnya Prabowo segera mengikat Cak Imin jadi cawapres," ujar Ali kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (29/12).


Dampak dari pembiaran dinamika pembentukan koalisi yang stagnan, menurut Ali akan membuat hubungan Gerindra dan PKB yang telah dibangun dalam komunikasi awal-awal menjadi percuma. Pengamatan Ali Rif'an, wacana koalisi Gerindra-PKB belum memunculkan kesepakatan politik yang nyata.

"Jika tidak (mengikat Cak Imin jadi cawapres), peluang Cak Imin berlabuh ke barisan Koalisi Perubahan dan mendampingi Anies Baswesan, sangat besar," tuturnya.

Lebih dari itu, calon doktor komunikasi politik Universitas Indonesia ini menduga, daya tawar PKB untuk barisan Koalisi Perubahan lebih tinggi, mengingat parpol-parpol yang ada di dalamnya tidak memiliki basis pemilih di satu wilayah.

Ditambah, Ali juga melihat mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sebagai capres yang diusung Partai Nasdem juga tidak punya simpatisan yang kuat di daerah yang dimaksud. Apalagi, pencapresan Anies sudah diamini oleh dua parpol yang ada di barisan Koalisi Perubahan, yakni Partai Demokrat dan PKS.

"Apalagi Anies sejauh ini sangat lemah di Jawa Timur dan Jawa Tengah, sehingga Cak Imin dan PKB bisa melengkapi kekurangan Anies," demikian Ali menambahkan.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya