Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Sempat Absen, China Akan Laporkan Catatan Kasus Covid Sebulan Sekali

RABU, 28 DESEMBER 2022 | 07:58 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pihak berwenang China berkomitmen untuk melaporkan kasus Covid-19 selama sebulan sekali kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Keputusan ini muncul setelah China diduga menyembunyikan data Covid-19 setelah kebijakan Zero Covid dihentikan. Di tengah lonjakan kasus, China sempat absen melaporkan catatan kasusnya selama dua pekan. Hal ini membuat WHO dan banyak negara khawatir.

Terlebih media dan pengakuan dari beberapa pekerja medis di sana mengatakan bahwa sedang terjadi lonjakan yang drastis di China, hingga rumah sakit dilaporkan tengah kewalahan menghadapi pasien Covid-19 yang membludak.


Pakar kesehatan internasional pun telah banyak memperkirakan bahwa terjadi jutaan infeksi setiap harinya di China, dan memperkirakan setidaknya satu juta kematian akibat Covid-19 akan terjadi di Beijing pada tahun depan, setelah Zero Covid dihentikan.

Namun menurut seorang pejabat di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China pada Selasa (27/12), penanganan Covid-19 di China kini telah diturunkan menjadi Kategori B, yang tidak terlalu ketat, karena penyakit ini telah dianggap sebagai infeksi pernapasan biasa.

Statistik yang telah resmi diberikan China pun hanya menunjukkan satu kematian akibat Covid-19 dalam tujuh hari kebelakang hingga Senin kemarin (26/12).

Namun, data tersebut kini sedang memicu keraguan di antara para pakar kesehatan dan penduduk, tentang keaslian data yang diberikan oleh China.

Sebab, angka tersebut dianggap sangat tidak sesuai dengan pengalaman dari negara-negara lain yang jauh lebih sedikit penduduknya ketika mencoba membuka pembatasan sosial.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya