Berita

Ketua KPU RI, Hasyim Asyari/Net

Politik

Kalau Hasyim Asyari Masih Saja Bungkam Soal Isu Pilpres Didesain untuk Ganjar, Kerja KPU Bisa Dicurigai

SELASA, 27 DESEMBER 2022 | 13:44 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pernyataan Ketua Umum Partai Republik Satu, Hasnaeni Moein atau dikenal sebagai Wanita Emas soal Pilpres 2024 yang didesain memenangkan Ganjar Pranowo, disarankan untuk segera diklarifikasi oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Hasyim Asyari. Klarifikasi ini penting demi menjaga marwah lembaga penyelenggara pemilu tersebut.

Pasalnya, Hasnaeni mengungkapkan dalam sebuah video yang viral beberapa hari ini, bahwa Ketua KPU RI, Hasyim Asyari pernah menyatakan bahwa Pilpres 2024 didesain untuk memenangkan Ganjar Pranowo dan Erick Thohir.

Lantaran isu tersebut belum juga diklarifikasi oleh Ketua KPU RI, Hasyim Asyari, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Khoirunnisa Nur Agustiyanti, khawatir marwah lembaga penyelenggara pemilu menjadi negatif di mata publik.


"Kalau kerja-kerja KPU tidak sesuai prinsip, ini bisa saja membuat kecurigaan di publik," ujar Khoirunnisa saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (27/12).

Sosok yang kerap disapa Ninis ini mengurai, pada prinsipnya KPU RI harus bekerja berdasarkan mandat Undang-undang, yang pada intinya menjaga integritas penyelenggara pemilu.

"Menurut saya, kerja-kerja KPU nanti yang akan bisa memperlihatkan apakah mereka bekerja sesuai dengan nilai-nilai integritas pemilu atau tidak," tutur Ninis.

"Integritas bisa dilihat dari transparansi, akuntabilitas, jujur, dan akurat," sambungnya menegaskan.

Oleh karena itu, Ninis mendorong agar dalam konteks penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024 yang berintegritas, KPU RI beserta para pimpinan di dalamnya bisa menjelaskan isu desain Pilpres 2024 disiapkan untuk Ganjar dan Erick ke hadapan publik.

"Bisa saja KPU memberikan klarifikasi, tapi juga harus diikuti dengan kerja-kerja yang transparan," demikian Ninis menambahkan.

Bermula dari Hasnaeni si Wanita Emas

Isu desain Pemilu 2024 disediakan untuk Ganjar Pranowo dan Erick Thohir ini disampaikan Hasnaeni dalam video yang beredar di media sosial pada pekan lalu.

Dalam video itu tampak Hasnaeni berbicara di hadapan sejumlah pimpinan parpol yang notabene tak lolos tahapan pendafataran dan verifikasi administrasi calon peserta Pemilu Serentak 2024 di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas).

Hasnaeni yang ditahan Kejasaan Agung (Kejagung) lantaran ikut tersangkut kasus dugaan korupsi penyimpangan dana PT Waskita Beton Precast Tahun 2016-2020 itu mengungkapkan pernyataan Ketua KPU RI, Hasyim Asyari, soal Pilpres 2024.

Kata Hasnaeni, Hasyim Asyari pernah menyampaikan bahwa Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, akan didesain menjadi Presiden RI bersama Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Wakil Presiden RI pada Pemilu 2024.

"Dia pernah menjelaskan kepada saya bahwa yang akan menjadi Presiden RI itu, akan didesain oleh KPU, bahwa Pak Ganjar dan pasangan Erick Thohir. Itu statemennya Pak Hasyim Asyari sendiri kepada saya. Bercerita waktu saya berduaan," ujar Hasnaeni.

Hasnaeni yang dikenal dengan julukan Wanita Emas ini bahkan melihat kemungkinan Hasyim Asyari berkelit mengenai isu desain Pilpres 2024. Tetapi, ia mengklaim memiliki bukti yang kuat atas pernyataan orang nomor satu di KPU RI tersebut.

"Tapi kalau dia ngeles dan mengingkari itu saya tidak tahu. Bisa, bisa, bisa (dibuktikan) ya. Nantilah dibuktikan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Hasnaeni juga mengklaim dirinya dipenjara atas kasus dugaan proyek fiktif BUMN PT Waskita Beton Precast (WBP) lantaran mengetahui informasi desain Pemilu 2024 tersebut.

"Dan saya adalah korban Pak Erick Thohir masuk di penjara ini," demikian Hasnaeni.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Ini Alasan Nusron Wahid Tak Nongol di DPR Usai Anak Buah Dicokok KPK

Rabu, 16 September 2026 | 16:28

Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Rabu, 16 September 2026 | 16:17

Panja RUU Pemilu Dipastikan Dibentuk Tahun Ini

Rabu, 16 September 2026 | 16:15

Perlu Diusut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Muara Baru

Rabu, 16 September 2026 | 16:11

PT 5 Persen Bikin Partai Nonparlemen Makin Berat ke Senayan

Rabu, 16 September 2026 | 16:10

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai, Danantara Diminta Ikut Bantu

Rabu, 16 September 2026 | 16:09

Bapemperda DPRD DKI Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 16 September 2026 | 16:00

OPM Bunuh Sopir Angkutan Masyarakat, Mobil Dibakar

Rabu, 16 September 2026 | 15:47

Kolaborasi Lintas Lembaga Terus Diperkuat Meski Karhutla Menurun

Rabu, 16 September 2026 | 15:44

KPK Periksa 3 ASN BPK terkait Dugaan Suap Pengubahan Audit Pemkab Muara Enim

Rabu, 16 September 2026 | 15:32

Selengkapnya