Berita

Direktur Perundingan ASEAN, Kementerian Perdagangan RI, Dina Kurniasari dalam seminar Internasional "Korea-ASEAN Solidarity Initiative (KASI): Epicentrum of Stability and Prosperity in the Indo-Pacific" di Universitas Pertamina pada Selasa 20 Desember 2022/RMOL

Dunia

Dina Kurniasari: Indonesia Miliki Peran Penting dalam ASEAN-Korea Free Trade Agreement Tahun Depan

RABU, 21 DESEMBER 2022 | 16:11 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kepemimpinan Indonesia di ASEAN tahun depan, dinilai menjadi awal dari peran penting RI dalam keberhasilan implementasi kerja sama ASEAN-Korea Free Trade Agreement (AKFTA).

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Perundingan ASEAN, Kementerian Perdagangan RI, Dina Kurniasari selama seminar Internasional bertajuk "Korea-ASEAN Solidarity Initiative (KASI): Epicentrum of Stability and Prosperity in the Indo-Pacific" yang diadakan oleh Kantor Berita Politik RMOL di Universitas Pertamina pada Selasa (20/12).

Dalam pemaparannya di sesi pertama diskusi dengan tema "(Eco)nomic Recovery Strategies", Dina menyoroti pentingnya kesepakatan perdagangan bebas yang harus dimiliki oleh satu negara dengan negara lain, termasuk Indonesia.


"Tidak satupun negara yang mampu memenuhi seluruh kebutuhannya sendiri. Untuk itu kita membutuhkan kerjasama ekonomi dengan negara lain guna meningkatkan pemasukan dan kesejahteraan serta stabilitas keamanan dan politik di kawasan," jelasnya.

Dina mengatakan saat ini, Indonesia memiliki 29 FTA dengan banyak negara. Salah satunya dengan anggota ASEAN dan Korea Selatan atau bisa disebut AKFTA.

Menurut Dina salah satu aspek utama yang paling menguntungkan dari AKFTA adalah berkurangnya hambatan tarif dan non tarif untuk meningkatkan akses pasar dan kepastian hukum.

"Jika kita tidak memiliki FTA dengan ASEAN dan Korsel, kita akan membayar tarif perdagangan normal. Tetapi Jika kita punya FTA itu, maka kita bisa memperoleh tarif premercial rate, atau diskon rate untuk mengekspor barang ke Korea," ujar Dina.

Di bawah kebijakan ASEAN-Korea FTA, kata Dina, Indonesia mampu mengurangi semua tarif perdagangan hingga 91 persen di bawah buku tarif nasional, sementara Korea Selatan mampu mengurangi tarif hingga 90 persen.

Hubungan kerjasama Korea Selatan dan Indonesia juga dikatakan Dina sangat erat karena Seoul berada di Urutan ke 7  negara mitra ekspor dan nomor 6 negara mitra impor.

Dina menyabutkan salah satu keberhasilan Indonesia ketika menjadi Kepala ASEAN yakni menjadi inisiator dari Reginal Comprehensive Economic Partnership (RCEP) atau Mega FTA.

Tentu, kata Dina, itu akan terulang kembali saat Indonesia menjadi pemimpin ASEAN tahun depan.

Sehingga Dina menilai pentingnya dukungan pemerintah untuk menyukseskan visi RI menjadi inisiator ekonomi digital dalam AKFTA.

ASEAN-Korea FTA ditandatangani pada 2005 lalu dan berisi banyak kesepakatan perdagangan di bidang barang, jasa investasi dan mekanisme penyelesaian sengketa.

AKFTA kemudian megupgrade komitmen dan negosiasi pada 2013, melalui joint review studies yang mulai melibatkan UMKM dalam kesepakatan dan kerjasama ekonomi digital dalam perkembangannya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya